Sukses

Ponsel Disita, Kontestan D Academy Tidak Tahu Kabar Keluarga

Liputan6.com, Jakarta Semenjak telepon seluler kontestan D'Academy disita Subro menjadi pemurung. Hal ini diungkapkan oleh Rina, istri Subro yang mengatakan sejak semalam suaminya tersebut hanya diam. Rupanya, biduan asal Banten ini tidak dapat berkomunikasi dengan keluarganya untuk mengetahui keadaan dan perkembangan anaknya.

"Saya kangen sama anak di Banten mas," ujar Subro singkat saat ditemui di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan, Rabu (30/4/2014).

Memang, penyitaan ponsel tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu. Namun kali ini tidak hanya semalam, tetapi sampai babak konser lima besar yang akan diadakan Jumat (2/5/2014) mendatang. Menurut Devi selaku ibu asrama, ini semua permintaan pihak Indosiar.

Hal itu bertujuan agar para finalis lima besar tetap fokus dengan kegiatan. Lagipula Devi juga menjelaskan hal tersebut sudah diperhitungkan baik dan buruknya bagi para finalis.

Tak hanya Subro, Ikif juga mengaku keberatannya dengan disita ponselnya itu. "Bagaimana aku tahu kabar suami, dia kan nggak punya tempat tinggal tetap di Jakarta," ungkapnya.

Begitupula dengan Frans dan Lesti yang terlihat tidak bersemangat menjalani kegiatan. "Kita berharap HP nggak disita, kalau mau disita ya pas sedang kegiatan sama mau tidur saja," kata mereka.

Pasalnya bagi para kontestan ponsel tersebut sangat berguna untuk mendengarkan lagu yang akan mereka bawakan nanti pada konser lima besar, selain juga untuk meminta dukungan dari keluarga dan pendukung. Namun, berbeda dengan Aty yang lebih mengerti dengan keputusan tersebut.

Bahkan Aty sampai memberi pengertian kepada teman-temannya tersebut agar memaklumi keinginan tim D'Academy Indosiar. "Semua ada baik dan buruk, tetapi nanti kalau aku mati, bagaimana mengabari kelurga," canda Aty tertawa lebar.