Sukses

IHSG Menghijau Tersengat Wall Street hingga Bursa Asia, Saham GOTO Memerah

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (21/3/2023). Penguatan IHSG mengikuti bursa Asia dan wall street serta mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka stagnan di posisi 6.612,49. Pada perdagangan saham pukuk 09.07 WIB, IHSG naik tipis 0,06 persen ke posisi 6.616. Indeks LQ45 menanjak 0,09 persen ke posisi 915,95. Mayoritas indeks acuan menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.627,60 dan terendah 6.609,39. Sebanyak 198 saham menguat dan 133 saham melemah. 203 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 91.970 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 514 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.343.

Mayoritas indeks sektor saham (IDX-IC) menghijau kecuali sektor saham industri melemah 0,15 persen dan sektor saham teknologi susut 0,56 persen. Sementara itu, sektor saham mendaki 0,28 persen, sektor saham basic menguat 0,15 persen, sektor saham nonsiklikal bertambah 0,08 persen.

Selain itu, sektor saham kesehatan naik 0,03 persen, sektor saham keuangan melesat 0,41 persen, sektor saham properti bertambah 0,53 persen, sektor saham infrastruktur naik 0,39 persen dan sektor saham transportasi melonjak 0,61 persen. Sedangkan sektor saham siklikal fluktuatif.

Dalam riset PT Ashmore Asset Management menyebutkan, IHSG melemah 1 persen ke posisi 6.612 pada perdagangan saham Senin, 20 Maret 2023 untuk uji level 6.600 setelah FTSE naik pada Jumat pekan lalu. Sementara itu, perdagangan tipis seiring investor lokal absen karena pekan perdagangan yang singkat dan investor asing sedang menunggu perkembangan stabilitas keuangan global dan FOMC.

Adapun saham BBCA naik 0,3 persen, saham BBNI melemah 0,3 persen, saham BBRI susut 0,4 persen. Sedangkan saham BMRI tergelincir 1 persen dan ARTO terpangkas 4,5 persen pada perdagangan Senin, 20 Maret 2023.

Pada Selasa, 21 Maret 2023, saham BBCA stagnan di Rp 8.400, saham ITMG menguat 0,20 persen ke posisi Rp 38.275 per saham, dan saham PGAS mendaki 1,5 persen ke posisi Rp 1.355 per saham. Saham GOTO melemah 0,93 persen ke posisi Rp 107 per saham.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers pada 21 Maret 2023

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham LION melonjak 16,03 persen
  • Saham CHIP melonjak 10 persen
  • Saham MBTO melonjak 8,89 persen
  • Saham PACK melonjak 8,7 persen
  • Saham INPP melonjak 11,28 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham RCCC melemah 8,05 persen
  • Saham RUNS melemah 7,43 persen
  • Saham MKTR melemah 6,92 persen
  • Saham KONI melemah 6,87 persen
  • Saham AMAN melemah 6,83 persen

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham CUAN tercatat 12.381 kali
  • Saham BCAP tercatat 11.582 kali
  • Saham LAJU tercatat 9.169 kali
  • Saham IRSX tercatat 8.915 kali
  • Saham IATA tercatat 9.621 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBRI senilai Rp 141,8 miliar
  • Saham CUAN senilai Rp 93,1 miliar
  • Saham GOTO senilai Rp 69,7 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 41,6 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 38,4 miliar
3 dari 4 halaman

Prediksi IHSG dan Saham Pilihan Ajaib Sekuritas

Ajaib Sekuritas prediksi IHSG bergerak variasi pada perdagangan saham Selasa, 21 Maret 2023. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menuturkan, IHSG akan bergerak di kisaran 6.554-6.688.

Dalam catatan Ajaib Sekuritas menyebutkan, Kementerian Keuangan telah menetapkan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mobil listrik sebesar 1 persen.

Subsidi pembelian motor listrik adalah sebesar Rp7 juta dan motor konversi Rp1 juta. Untuk pembelian bus listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40% akan diberikan insentif PPN 5 persen. Sementara itu, Direktorat Jendral Pajak (DJP) melaporkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11 persen menambah setoran pajak hingga Rp13,08 triliun dalam periode dua bulan awal tahun 2023.

Dari mancanegara, China kembali mempertahankan loan prime rate tenor 1 tahun pada level 3,65 persen dan loan prime rate tenor 5 tahun pada level 4,3 persen untuk periode Maret 2023.

Sementara itu, Korea Selatan melaporkan inflasi tingkat produsen periode Februari 2023 yang mulai turun ke level 4,8 persen YoY. Hal ini lebih rendah dari periode bulan sebelumnya yang tercatat 5,1 persen YoY, dan pada periode bulanan tercatat di level 0,1 persen MoM, melandai dibanding bulan sebelumnya yang tercatat di level 0,4% MoM.

 

4 dari 4 halaman

Saham Pilihan Ajaib Sekuritas

Berikut saham-saham pilihan Ajaib Sekuritas

 

BMRI

Buy : 10.000

TP : 10.300

Stop loss : 9850

Buy on weakness, membentuk bearish harami candle sinyal pelemahan. Ditutup di atas MA 5 dan 50, volume menurun indikasi tekanan jual berkurang, stochastic di area oversold dan MACD line bergerak di atas centerline.

Kinerja BMRI sepanjang tahun 2022 mencatat net profit yang tumbuh 46,89% YoY menjadi sebesar Rp41,2 triliun. Pendapatan bunga naik 14,97% YoY menjadi Rp112,38 triloiun. Penyaluran kredit tumbuh 14,26% YoY, NPL gross melandai ke level 1,88%, dan DPK tumbuh 15,46%. BMRI akan memberi dividen dengan Dividen per share Rp 529,34/saham.

 

JSMR

Buy : 3.140

TP : 3.240

Stop loss : 3.070

 

Berpotensi rebound, uptrend di atas MA-5, stochastic di area oversold dan MACD bar histogram bearish terbatas berpotensi masuk momentum positif.

Kinerja JSMR full year 2022 mencatat net profit tumbuh 70% menjadi Rp2,75 triliun. Pendapatan tumbuh 9,36% YoY sebesar Rp16,58 triliun, EBITDA tumbuh 13% YoY mencapai Rp8,7 triliun. Di tahun ini JSMR telah menyiapkan capex sebesar Rp20 triliun untuk pembangunan lima ruas jalan tol. Potensi peningkatan trafik pengguna jalan tol menjelang lebaran menjadi katalis positif untuk JSMR.

 

ACES

Buy :450

TP  : 464

Stop loss: <436

Membentuk morning doji star candle signal penguatan, volume naik dan stochastic pada area oversold. MACD bar histogram bearish terbatas.

Kinerja ACES per September 2022 mencatat net profit yang tumbuh 8,94% YoY mencapai sebesar Rp351,7 miliar. Potensi kinerja positif tersebut akan terus berlanjut pada kinerjanya sepanjang 2022 seiring dengan gencarnya ACES menambah 13 gerai baru. ACES menyiapkan CAPEX sebesar Rp 200 miliar – Rp 300 miliar untuk ekspansi dan membuka 10-15 gerai baru di tahun ini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.