Sukses

Top 3: Goldman Sachs Bakal Kurangi Bonus Pegawai 10 Persen pada 2022

Liputan6.com, Jakarta - Divisi Pedagang dan penjual di Goldman Sachs harus siap menerima bonus yang setidaknya 10 persen lebih kecil dari tahun lalu meskipun bank menghasilkan lebih banyak pendapatan tahun ini.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (3/12/2022), pengurangan bonus terjadi karena bank yang berbasis di New York ini menghadapi perlambatan di sebagian besar bisnis lainnya, terutama perbankan investasi dan manajemen aset, area yang terkena dampak lonjakan suku bunga dan penurunan valuasi tahun ini.

Goldman juga mulai memberi tahu para eksekutif di divisi pasarnya minggu ini untuk mengharapkan kumpulan bonus yang lebih kecil pada 2022, menurut orang-orang, yang menolak disebutkan namanya berbicara tentang masalah kompensasi. 

Artikel Goldman Sachs Bakal Kurangi Bonus Pegawai 10 Persen pada 2022 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum Minggu (4/12/2022);

1.Goldman Sachs Bakal Kurangi Bonus Pegawai 10 Persen pada 2022

Divisi Pedagang dan penjual di Goldman Sachs harus siap menerima bonus yang setidaknya 10 persen lebih kecil dari tahun lalu meskipun bank menghasilkan lebih banyak pendapatan tahun ini.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (3/12/2022), pengurangan bonus terjadi karena bank yang berbasis di New York ini menghadapi perlambatan di sebagian besar bisnis lainnya, terutama perbankan investasi dan manajemen aset, area yang terkena dampak lonjakan suku bunga dan penurunan valuasi tahun ini.

Goldman juga mulai memberi tahu para eksekutif di divisi pasarnya minggu ini untuk mengharapkan kumpulan bonus yang lebih kecil pada 2022, menurut orang-orang, yang menolak disebutkan namanya berbicara tentang masalah kompensasi. 

Berita selengkapnya baca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

2.Investor Ritel Melambung Harus Dibarengi Melek Risiko Finansial

Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, Adi Budiarso menyebutkan 2023 merupakan fase konsolidasi fiskal dan investor ritel menjadi potensi untuk mendorong sektor keuangan lebih inklusif. Ini bila dilihat dari segi perkembangan sektor fiskal.

“Di tahun 2023, pertumbuhan ekonomi global dinilai akan cenderung menurun. Namun, Indonesia dipercaya akan menjadi engine growth dengan estimasi tingkat pertumbuhan sampai 5 persen dan mendorong pemulihan ekonomi lewat konsolidasi fiskal,” ujar Adi dalam siaran pers dikutip Sabtu (3/12/2022).

Ini dia ungkapkan sebagai salah satu pengisi acara beberapa waktu lalu. Para regulator dan pelaku bisnis berdiskusi tentang bagaimana memanfaatkan tren positif perkembangan investor ritel bisa dalam momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.Matahari Store Buka Gerai Baru di Kalimantan Timur

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) secara resmi membuka gerai barunya yang ke-6 di Citimall Bontang, Kalimantan Timur. Berlokasi strategis di pusat perbelanjaan terbesar pertama di kota Bontang, dengan tampilan segar dan modern di total area perbelanjaan seluas 4.400 m2. 

Matahari Citimall Bontang menargetkan produktivitas gerai yang lebih tinggi dalam format yang komprehensif namun ringkas. Matahari yang ramah lingkungan ini menggunakan pencahayaan 100 persen LED dan merupakan gerai ketujuh di Kalimantan Timur dengan total 144 gerai di seluruh Indonesia.

CEO Matahari, Terry O'Connor mengatakan akan berkomitmen dalam menghadirkan pengalaman berbelanja baru yang 'feel good' bagi konsumennya untuk mendapatkan produk fesyen berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. 

Berita selengkapnya baca di sini

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS