Sukses

Top 3: Rights Issue, Bank Syariah Indonesia Terbitkan 6 Miliar Saham

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/8/2022), PT Bank Syariah Indonesia Tbk menerbitkan maksimal 6 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Perseroan akan memakai dana hasil rights issue untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk mengharapkan proses rights issue selesai pada kuartal IV 2022.

Adapun bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya, persentase kepemilikannya atas perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,73 persen.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, Bank Syariah Indonesia akan meminta persetujuan pemegang saham pada 23 September 2022.

Artikel Rights Issue, Bank Syariah Indonesia Terbitkan 6 Miliar Saham  menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Rabu, (17/8/2022):

1.Rights Issue, Bank Syariah Indonesia Terbitkan 6 Miliar Saham

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/8/2022), PT Bank Syariah Indonesia Tbk menerbitkan maksimal 6 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Perseroan akan memakai dana hasil rights issue untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk mengharapkan proses rights issue selesai pada kuartal IV 2022.

Adapun bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya, persentase kepemilikannya atas perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,73 persen.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, Bank Syariah Indonesia akan meminta persetujuan pemegang saham pada 23 September 2022.

Berita selengkapnya baca di sini

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

2.Saham DILD Menguat 2 Persen Usai Lo Kheng Hong Genggam

Saham PT Intiland Development Tbk (DILD) berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi pertama Selasa (16/8/2022). Penguatan saham DILD itu terjadi seiring kabar investor Lo Kheng Hong genggam 6,28 persen saham DILD.

Mengutip data RTI, saham DILD menguat 2 persen ke posisi Rp 204 per saham pada sesi pertama. Saham DILD dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 210 per saham. Saham DILD berada di level tertinggi Rp 226 dan terendah Rp 202 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 17.351 kali dengan volume perdagangan 3.222.268 saham. Nilai transaksi Rp 69,2 miliar.

Saham DILD bertahan di zona hijau hingga sesi pertama di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang positif. IHSG naik 0,15 persen ke posisi 7.103,58.

Indeks LQ45 bertambah 0,35 persen ke posisi 1.009,34. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau dan melemah. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.147,97 dan terendah 7.096,89.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.Menakar Prospek Saham CTRA di Tengah Kinerja Moncer Semester I 2022

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan selama semester I 2022. Analis menilai Ciputra Developmentsaat ini memiliki kinerja terbaik dibandingkan emiten properti lainnya.

Research Analyst Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, Ciputra Development saat ini memiliki kinerja terbaik dibandingkan emiten properti lainnya. Hal itu tercermin dari pertumbuhan penjualan properti yang solid semester I 2022 terutama dari rumah tapak dan pendapatan berulang dari mal dan hotel yang meningkat dari tahun lalu. 

"CTRA juga memiliki pendapatan berulang dari rumah sakitnya yang juga menjadi penopang pendapatan Perseroan," kata Jono kepada Liputan6.com, Selasa (15/8/2022).

Selain itu, Jono mengungkapkan, optimisme pelaku pasar baru-baru ini dipengaruhi dari potensi terbatasnya kenaikan suku bunga bank sentral, antara lain karena melihat inflasi AS yang mulai melandai. 

Berita selengkapnya baca di sini

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS