Sukses

Berbuah Manis, Astra Untung dari Investasi di GOTO Rp 3,7 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja yang moncer pada semester I 2022. Raihan itu salah satunya dikontribusi dari investasi Astra pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Pada semester I 2022, perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 18,2 triliun, naik 106 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,8 triliun. Capaian itu termasuk keuntungan nilai wajar investasi pada GOTO senilai Rp 3,7 triliun.

Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti menerangkan, beberapa tahun lalu Astra memang melakukan investasi di GOTO. Investasi pertama dilakukan dengan nilai USD 150 juta, disusul USD 100 juta. Sehingga totalnya jadi USD 250 atau sekitar Rp 3,7 triliun.

"Ketika GOTO IPO, maka akan muncul di pembukuan Astra fair value dari investasi GOTO. Nilai itu berkontribusi terhadap laba bersih yang totalnya naik 106 persen jadi Rp 18,2 triliun pada semester I 2022,” ujar Tira kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Meski begitu, laba bersih Astra International tetap tercatat tumbuh jika investasi pada GOTO tidak dicatatkan atau dikeluarkan dari pendapatan Astra semester I 2022. Disebutkan Tira, Astra masih mampu mengantongi laba sekitar Rp 14,5 triliun.

"Kalau misalnya keuntungan dari investasi di GOTO ini kita keluarakna, maka laba Astra senilai Rp 14,5 triliun. Masih tetap lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Naiknya 64 persen,” imbuh Tira.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Kinerja Semester I 2022

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatat kinerja keuangan positif selama enam bulan pertama 2022. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan.

PT Astra International Tbk meraup pendapatan bersih Rp 143,69 triliun hingga Juni 2022. Pendapatan tersebut tumbuh 34 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 107,39 triliun. Pertumbuhan pendapatan itu didukung dari laba bersih perseroan. Astra International mencatat laba bersih Rp 18,17 triliun pada semester I 2022.Laba tersebut tumbuh 106 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,83 triliun.

Adapun laba tersebut termasuk keuntungan nilai wajar atas investasi pada GoTo. Perseroan menyatakan, jika tidak memperhitungkan keuntungan yang belum direalisasikan tersebut, laba bersih grup naik 64 persen menjadi Rp 14,5 triliun. Hal itu mencerminkan kinerja kuat dari hampir semua divisi bisnis terutama divisi alat berat dan pertambangan, otomotif dan jasa keuangan.

Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2022 sebesar Rp 4.541, naik 7 persen dibandingkan pada 31 Desember 2021. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 33,6 triliun pada 30 Juni 2022 dibandingkan Rp 30,7 triliun pada akhir 2021.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 5 halaman

Selanjutnya

Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 33,6 triliun pada 30 Juni 2022, dibandingkan Rp 30,7 triliun pada akhir 2021. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 35,9 triliun pada 30 Juni 2022 dibandingkan Rp 39,2 triliun pada akhir 2021.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondoro menuturkan, pada semester I 2022, grup Astra mencatatkan kinerja yang baik pada hampir semua divisi bisnis, didukung oleh membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga komoditas secara signifikan.

“Kinerja grup untuk sisa tahun ini diperkirakan tetap kuat, meskipun grup diperkirakan masih akan menghadapi situasi yang belum stabil dan diliput ketidakpastian,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

Kalau dilihat pertumbuhan secara persentase, kontribusi dari infrastruktur dan logistik catat pertumbuhan terbesar. Laba bersih dari segmen operasi infrastruktur dan logistik naik 288 persen menjadi Rp 353 miliar hingga semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 91 miliar.

Hal itu ditopang seiring Astra mempunyai kepemilikan saham di 396 KM ruas jalan tol yang telah beroperasi sepanjang jaringan tol Trans-Jawa dan tol lingkar luar Jakarta. Pendapatan dari bisnis jalan tol meningkat 34 persen, termasuk kontribusi dari ruas tol Pandaan-Malang yang baru diakuisisi.

 

 

4 dari 5 halaman

Kontribusi Lainnya

Sementara itu, laba bersih PT Serasi Autoraya turun 2 persen menjadi Rp 79 miliar, terutama menurunnya penjualan mobil bekas dan marjin operasi yang lebih rendah, walaupun jumlah kontrak sewa meningkat 9 persen menjadi 25.100 unit.

Kemudian dari segmen operasi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi. Laba bersih divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi meningkat 131 persen menjadi Rp 6,2 triliun.

Hal ini terutama disebabkan peningkatan kontribusi dari penjualan alat berat, kontraktor penambangan dan pertambangan batu bara, yang seluruhnya diuntungkan oleh harga batu bara yang lebih tinggi.

Namun, kebijakan larangan ekspor batu bara sementara pada Januari mengakibatkan berkurangnya volume produksi batu bara.

Kemudian laba bersih dari segmen operasi teknologi informasi naik 71 persen menjadi Rp 24 miliar selama semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 14 miliar. Pertumbuhan laba disebabkan peningkatan marjin usaha meski terdapat penurunan pendapatan pada bisnis layanan kantor. Perseroan memiliki 76,9 persen saham di PT Astra Graphia Tbk.

 

 

5 dari 5 halaman

Jasa Keuangan

Selanjutnya laba bersih dari segmen operasi jasa keuangan tumbuh 36 persen menjadi Rp 2,90 triliun pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,13 triliun. Pertumbuhan itu didorong peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen yang naik 18 persen menjadi Rp 47,2 triliun.

Selanjutnya laba bersih berdasarkan segmen operasi dari otomotif bertambah 29 persen menjadi Rp 4,27 triliun selama enam bulan pertama 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,31 triliun. Hal itu seiring volume penjualan yang lebih tinggi.

Adapun dari segmen agribisnis, laba bersih naik 25 persen dari Rp 517 miliar pada semester I 2021 menjadi Rp 645 miliar pada semester I 2022. Hal tersebut disebabkan harga minyak kelapa sawit yang meningkat. Harga minyak kelapa sawit naik 46 persen menjadi Rp 15.023 per kg.

Volume penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya menurun 32% menjadi 635.000 ton, akibat dari kebijakan larangan sementara ekspor kelapa sawit pada kuartal kedua. Situasi yang tidak pasti pada agribisnis diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir tahun.

Sementara itu, dari segmen operasi properti, laba bersih susut 12 persen menjadi Rp 73 miliar hingga semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 83 miliar. Perseroan menyatakan laba bersih dari properti turun karena Anandamaya Residences yang berasal dari beberapa unit terakhir yang tersisa.