Sukses

Emiten Produsen Boba Formosa Raih Kontrak Baru dari Quaker Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), emiten bergerak di produksi tapioca perl, topping jelly, boba dan lainnya memperoleh kontrak dari PT Quaker Indonesia (Quaker) pada 27 April 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (16/5/2022),  PT Formosa Ingredient Factory Tbk mendapatkan kontrak untuk memproduksi, memproses, mengemas, dan menyimpan produk tertentu untuk dijual kepada Quaker sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dengan kontrak baru ini, perseroan akan menambah lini produk baru dalam rangka pengembangan Quaker.

"Dengan ada perjanjian tersebut maka terdapat keterikatan antara perseroan dengan Quaker dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis perseroan.

Perseroan menyatakan dengan ada kerja sama itu, perseroan akan memiliki pendapatan tambahan bagi perseroan. “Dengan ada perjanjian tersebut, perseroan akan memperoleh pendapatan tambahan sehingga keberlangsungan usaha perseroan menjadi lebih meningkat dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” tulis perseroan.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Mei 2022, saham BOBA melemah 6,01 persen ke posisi Rp 172 per saham. Saham BOBA melemah tipis satu poin ke posisi Rp 182 per saham.

Saham BOBA berada di level tertinggi Rp 184 dan terendah Rp 172 per saham. Total frekuensi perdagangan 308 kali dengan volume perdagangan 11.570 saham. Nilai transaksi Rp 202 juta.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kinerja 2021

PT Formosa Ingredient Factory Tbk membukukan kinerja keuangan beragam sepanjang 2021. Perseroan mencatat kenaikan penjualan tetapi laba bersih turun.

Perseroan mencatat penjualan Rp 74,19 miliar selama 2021. Realisasi penjualan itu naik 8,19 persen jika dibandingkan 2020 sebesar Rp 68,57 miliar. Beban pokok penjualan bertambah 14,71 persen dari Rp 37,09 miliar pada 2020 menjadi Rp 42,55 miliar pada 2021.

Dengan demikian, laba kotor perseroan naik 0,5 persen menjadi Rp 31,63 miliar pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 31,47 miliar.

Beban usaha naik 28,39 persen menjadi Rp 9,42 miliar pada 2021 jika dibandingkan 2020 sebesar Rp 7,34 miliar. Perseroan mencatat laba operasi turun 7,95 persen menjadi Rp 22,21 miliar pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 24,13 miliar. Perseroan membukukan laba tahun berjalan merosot 7,02 persen menjadi Rp 17,46 miliar pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 18,79 miliar.

Perseroan membukukan ekuitas Rp 135,08 miliar pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 36,38 miliar. Total liabilitas tercatat Rp 8,49 miliar pada 2021, turun 57,87 persen jika dibandingkan 2020 sebesar Rp 20,15 miliar.

Total aset bertambah 153,91 persen menjadi Rp 143,57 miliar pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 56,54 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 41,15 miliar pada 2021 jika dibandingkan 2020 sebesar Rp 1,18 miliar.

3 dari 4 halaman

Catat Saham Perdana di BEI

Sebelumnya, PT Formosa Ingredient Factory Tbk mencatatkan saham perdana sebagai emiten ke-40 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021. Produsen boba ini mencatatkan saham di papan pengembangan dengan kode BOBA.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 1 November 2021, PT Formosa Ingredient Factory Tbk mencatatkan saham di BEI 1.155.750.000 saham.

Pencatatan saham itu terdiri dari saham pendiri 1.015.750.000 saham dan penawaran umum ke masyarakat atau initial public offering (IPO) 140.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Perseroan menawarkan harga saham perdana Rp 280 per saham. Nilai IPO itu Rp 39,20 miliar. Perseroan telah menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.

 

4 dari 4 halaman

Dana IPO

PT Formosa Ingredient Factory Tbk akan memakai dana IPO untuk modal kerja antara lain pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya operasional dan pemasaran untuk memperluas jaringan pemasaran dengan distribusi ke daerah lain.

Sehubungan dengan pemenuhan Peraturan OJK No. 25/OJK.04/2017 tentang Pembatasan Atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran Umum, pemegang saham atas nama Hengky Wijaya, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk, Texture Maker Enterprise Co., Ltd, Dewi Irianty Wijaya, Yunita Sugiarto EW.

Selain itu, Preserved Food Specialty Co. Ltd., Paporn Mahattanobol dan Tseng, Jen-You telah menyatakan untuk tidak mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan saham Perseroan yang dimilikinya hingga delapan bulan setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.