Sukses

Saham Rivian Anjlok Usai Tak Kolaborasi Bersama Ford Kembangkan Kendaraan Listrik

Liputan6.com, New York - Saham pembuat kendaraan listrik Rivian Automotive anjlok 17 persen pada Senin, 22 November 2021 setelah mengumumkan tidak akan berkolaborasi dengan Ford dalam mengembangkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Ford dan Rivian mengindikasikan keduanya mempunyai rencana untuk bermitra dalam EV. Berita tersebut pertama kali dilaporkan pada Jumat, 19 November 2021 oleh AutomotiveNews. Hal ini membawa saham Rivian menyusut 3 persen pada penutupan perdagangan Jumat bahkan penurunan meluas hingga Senin, 22 November 2021.

Saham Rivian mencapai posisi terendah setelah IPO. Nilai saham sedikit menguat selama 15 menit terakhir perdagangan dan ditutup turun 8 persen.

Baik Rivian maupun Ford kompak menyampaikan terkait rencana dan kebutuhan masing-masing perusahaan telahh berubah sejak awal pengumuman kemitraan. Walaupun begitu, Ford tetap menjadi investor utama Rivian dengan memegang kurang dari 12 persen saham perusahaan truk listrik.

Ford mengungkapkan total investasinya sebanyak USD 500 juta atau Rp 7,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.257 per dolar AS) pada April 2019.

Investasi ini meliputi rencana pengembangan EV bersama-sama. Sayangnya, setahun kemudian Ford membatalkan agenda pengembangan pikap EV bermerek Lincoln dengan Rivian. Hingga saat ini kedua perusahaan belum menyampaikan rancangan baru.

"Ford telah meningkatkan strategi EV-nya sendiri dan permintaan untuk kendaraan Rivian telah tumbuh, kami telah memutuskan untuk fokus pada proyek dan pengiriman kami sendiri," tulis Rivian dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman CNN, Selasa (23/11/2021).

Rivian menuturkan, hubungan dengan Ford merupakan bagian penting dari perjalanan perusahaan.  Bahkan Ford tetap menjadi investor dan sekutu di sekotor pengembangan kendaraan EV menuju masa depan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pemegang Saham Rivian

Harga saham Rivian melonjak sejak penawaran umum perdana pada awal bulan ini walaupun perusahan belum melaporkan pendapatan dari penjualan truk listriknya.

Penurunan harga pada Senin, 22 November 2021, kapitalisasi pasar perusahaan senilai USD 96 miliar atau Rp 1.368,7 triliun lebih tinggi 20 persen dari dari kapitalisasi pasar saham Ford (F) .

Selain Ford, raksasa e-commerce Amazon (AMZN)  memegang 18 persen saham di perusahaan tersebut. Perusahaan Jeff  Bezos memiliki kontrak pembelian dan pengiriman listrik dari Rivian.

Produksi pikap Rivian dimulai pada September tetapi masih dalam tahap mode ramp-up. Perusahaan berencana menggunakan setidaknya sebagian hasil penjualan sahamnya untuk meningkatkan kapasitasnya sendiri.

3 dari 3 halaman

Investasi Ford

Baru-baru ini, Ford mengumumkan investasi sebesar USD 7 miliar  atau sekitar Rp 99,88 triliun di pabrik perakitan baru dan tiga pabrik baterai baru yang akan dimiliki bersama dengan pemasok Korea SK Innovations. Angka ini merupakan investasi tunggal terbesar dalam perjalanan perusahaan.

Pabrik yang akan membangun pikap listrik berada di Tennessee. Sementara pabrik baterai berlokasi di dua tempat yakni Tennessee dan Kentucky.

Langkah Ini sebagai abgian dari rencana Ford dalam mmenginvestasikan dana senilai USD 30 miliar pada kendaraan listrik dalam lima tahun ke depan. Dengan tujuan 40 persen dari total penjualannya adalah kendaraan listrik pada 2030.

Ford mengharapkan dapat memulai pengiriman pikap listriknya sendiri. Pikap tipe F-150 Lightning dalam tahap perancanagn di pabrik baru di Detroit.

Targetnya sudah rampung tahun depan. Produsen mobil asal AS  mengatakan rencana kendaraan listrik baterai jauh berbeda dari kami produksi setahun yang lalu. Saham Ford ( F ) naik pada perdagangan tengah hari.

"Sementara Rivian melakukan banyak hal menarik dan kami sangat menghormati RJ [Scaringe, CEO Rivian] dan timnya, kami sangat menyukai posisi kami saat ini.  Ford dan Rivian sama-sama sepakat tidak akan melakukannya (bekerja sama dalam pengembangan EV) ataupun mengejar segala jenis pengembangan kendaraan bersama atau berbagi platform," tulis pernyataan Ford.

 

Reporter: Ayesha Puri