Sukses

Alasan Bali United Genjot Bisnis E-Sport

Liputan6.com, Jakarta - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) berkomitmen untuk memperluas ekosistem digital termasuk e-sport selain lini bisnis olahraga. Sejalan dengan komitmen tersebut, diharapkan ekosistem digital dapat tumbuh bahkan melampaui pencapaian sebelum pandemi.

"Kami berkomitmen untuk terus fokus pada bisnis olahraga dan e-sport untuk memperoleh pencapaian yang bahkan melebihi pencapaian kami sebelum pandemi,” ujar Direktur Utama PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, Yabes Tanuri dalam paparan publik, Rabu (4/8/2021).

Merujuk Laporan InMobi Audience Intelligence Platform January 2020 to January 2021, Yabes mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pasar gaming terbesar di Asia. Pada 2019 Indonesia menduduki peringkat tertinggi di SEA dalam segmen ini dengan raihan USD 1,31 miliar, atau di peringkat 16 dunia.

"Kami sangat yakin dengan prospek e-sport di Indonesia," kata Yabes.

Selain itu, Perseroan juga akan mengembangkan komunitas digital hingga 100 juta anggota melalui akuisisi dan pertumbuhan organik.

Saat ini, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk mengantongi sekitar 55 juta follower atau anggota dari berbagai platform digital yang dimiliki Perseroan. Rinciannya, dari komunitas Gadis sekitar 5,5 juta anggota, Music & Enm 11, juta, Sport 11,3 juta, Foodies 7,2 juta, dan Millenials 7,5 juta anggota. Kemudian dari komunitas Muslim 5 juta, serta Healthcare 1,7 juta.

"Kami akan mengembangkan komunitas digital kami jadi lebih dari 100 juta follower melalui akuisisi dan pertumbuhan organik pada komunitas yang kami naungi sekarang,” kata Yabes.

Perseroan juga membuka peluang untuk bersinergi dan tumbuh bersama beberapa perusahaan, termasuk perusahaan rintisan (startup) terkemuka tanah air. Antara lain Gojek, Grab, Bank Aladin, Ovo, Vidio.com, Noice, dan Scarlett.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Meneropong Proyeksi Kinerja 2021

Sebelumnya, manajemen PT Bali Bintang Sejahtera Tbk menyatakan proyeksi kinerja 2021 tergantung dari pelaksanaan Liga 1. Saat ini, liga 1 masih tertunda karena pandemi COVID-19. Direktur PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, Yohanes Ade Moniaga menuturkan, proyeksi sangat bergantung dengan kelanjutan liga 1.

“Kalau liganya akan mundur terus, tentu proyeksi juga akan berubah. Jadi kita masih menunggu liga, baru kita bisa sampaikan proyeksi keuangan perusahaan tahun 2021,” ujar dia.

Berdasarkan laporan terakhir Perseroan per kuartal I-2021, pendapatan BOLA turun 54,89 persen menjadi Rp 18,89 miliar, dibandingkan pendapatan kuartal I-2020 sebesar Rp 41,89 miliar.

Bali Bintang Sejahtera mencatatkan beban operasi menjadi Rp 26 miliar dibandingkan sebelumnya Rp 38,9 miliar.Namun dari sisi pendapatan lainnya tumbuh 1.128 persen menjadi Rp 66,06 miliar dibandingkan periode yang sama di 2020 sebesar Rp 5,38 miliar.

Laba bersih yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 48,12 miliar, naik 588 persen dibandingkan laba kuartal I-2020 sebesar Rp 6,98 miliar.