Sukses

Warren Buffett Masih Setia Pegang Saham Coca Cola Sejak 1988

Liputan6.com, Jakarta - Saham Coca Cola menjadi sorotan setelah tindakan Cristiano Ronaldo pada jumpa pers menjauhkan botol Coca Cola dari hadapannya.

Pada jumpa pers usai pertandingan timnas Portugal melawan Hongaria, Cristiano Ronaldo tampak menjauhkan dua botol minuman bersoda tersebut. Ia pun kemudian mengacungkan botol air mineral ke arah kamera, demikian mengutip dari kanal Bola Liputan6.com.

Aksi Ronaldo tersebut diikuti pemain Italia, Manuel Locatelli. Gelandang yang tampil saat Italia membekuk Swiss 3-0 itu juga menyingkirkan dua botol Coca Cola dari hadapannya. Padahal Coca Cola merupakan sponsor resmi Euro 2020/2021.

Bicara Coca Cola juga tidak bisa dilepaskan dari miliarder yang juga investor terkenal Warren Buffett. Melalui perusahaan investasi Warren Buffett yaitu Berkshire Hathaway memiliki saham Coca Cola sekitar 9,3 persen pada 2020. Portofolio saham Coca Cola termasuk terbesar ketiga yang dimiliki Buffett.

Tak hanya itu, saham Coca Cola termasuk saham yang paling lama dipegang dalam portofolio Warren Buffett yaitu selama 33 tahun, demikian mengutip dari motleyfool.com, Jumat (18/6/2021). Buffett menggengam saham Coca Cola sejak 1988.

Coca Cola beroperasi di semua negara kecuali di Korea Utara dan Kuba dan memiliki lebih dari 20 merek yang menghasilkan setidaknya USD 1 miliar dalam penjualan tahunan.

Berkat tim pemasarannya yang terbaik, membuat Coca Cola menjadi merek paling terkenal. Produsen minuman bersoda ini telah merangkul ambassador yang terkenal, merangkul iklan digital dan media sosial sehingga dapat menyampaikan pesannya kepada generasi muda.

Saham Coca Cola yang memiliki kode saham KO di bursa saham New York ini berada di kisaran USD 54,95 pada penutupan perdagangan Kamis, 17 Juni 2021. Kapitalisasi pasar saham yang terbentuk sekitar USD 236,93 miliar.

2 dari 3 halaman

Serba Serbi Saham Coca Cola

Sebelumnya, Coca Cola kini menjadi perhatian setelah tindakan Cristiano Ronaldo pada jumpa pers usai pertandingan timnas Portugal melawan Hongaria pada Euro 2020/2021.

Saat jumpa pers, Cristiano Ronaldo menjauhkan dua botol minuman bersoda dari hadapannya. Hal itu berdampak terhadap laju saham Coca Cola di bursa saham New York. Saham Coca Cola dibuka di posisi USD 56,17.

Kemudian turun 1,6 persen ke posisi USD 55,22 setelah jumpa pers selesai. Hal itu mendorong kapitalisasi pasar saham Coca Cola merosot USD 4 miliar menjadi USD 238 miliar dari posisi USD 242 miliar.

Tindakan Cristiano Ronaldo tersebut pun viral di media sosial. Coca Cola pun menjadi perhatian. Bicara Coca Cola tak lepas dari minuman ringan yang memiliki sejarah panjang. Seiring waktu, Coca Cola menjadi perusahaan manufaktur dan distributor minuman terbesar di dunia. Hal ini seiring lebih dari 2.800 produknya telah tersedia di lebih dari 200 negara.

Mengutip laman cocacola.co.id, Coca Cola pertama kali disajikan pada 8 Mei 1889 di Jacob’s Pharmacy. Sebanyak sembilan minuman telah terjual sepanjang tahun. Adapun minuman Coca Cola dibuat pada 1886 oleh seorang ahli farmasi John S.Pemberton. Nama Coca Cola lahir pada 1889 yang berasal dari seorang akuntan Bernama Frank Robinson. Ia menggunakan bentuk Spencerian yang terkenal untuk kedua huruf C agar terlihat menarik.

Adapun Coca Cola dalam kemasan botol pertama kali dibuat pada 1899 dengan menggunakan botol berbentuk Hutchinson. Seorang penyanyi opera Bernama Hilda Clark menjadi selebritas pertama yang menjadi bintang iklan Coca Cola dalam berbagai media, termasuk poster dan pembatas buku.

Selain itu, ada sejumlah hal unik lainnya dari perusahaan public terbesar di dunia ini. Salah satunya mengenai produk minuman Coca Cola ini meski sudah berada di lebih 200 negara, tetapi Coca Cola tidak ditemui di dua negara ini yaitu Korea Utara dan Kuba.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini