Sukses

BEI Buka Gembok Perdagangan, Intip Gerak Saham MPPA, OMRE hingga TIFA

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham tiga emiten pada Selasa, (13/4/2021).

Tiga saham emiten itu antara lain PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE), dan PT KDB Tiga Finance Tbk (TIFA).

BEI membuka tiga saham emiten itu di pasar reguler dan pasae tunai mulai sesi pertama perdagangan saham, 13 April 2021. Adapun saham MPPA dan OMRE kena suspensi hanya satu hari.

Sementara itu, BEI suspensi saham TIFA sejak 26 Maret 2021. Suspensi dilakukan karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham TIFA.

Lalu bagaimana gerak saham tiga emiten tersebut?

1.PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)

Saham MPPA dibuka naik tipis lima poin ke posisi Rp 590 per saham. Saham MPPA berada di posisi tertinggi 665 dan terendah 545 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.144 kali dengan volume perdagangan 713.073. Nilai transaksi perdagangan saham Rp 42,2 miliar.

Pada pukul 10.27 WIB, saham MPPA melemah 6,84 persen ke posisi Rp 545 per saham.

2.PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE)

Saham OMRE turun 6,75 persen ke posisi Rp 760 per saham. Saham OMRE dibuka melemah 55 poin ke posisi Rp 760 per saham. Total frekuensi perdagangan saham satu kali.

3.Saham PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA)

Saham TIFA dibuka stagnan di kisaran Rp 1.705 per saham. Saham TIFA berada di posisi tertinggi Rp 1.705 dan terendah Rp 1.590 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 41 kali dengan nilai transaksi Rp 39,5 juta.

2 dari 3 halaman

Gerak IHSG

Lalu bagaimana gerak IHSG?

Pada pukul 10.36 WIB, IHSG melemah 0,61 persen ke posisi 5.912. Indeks saham LQ45 turun 0,47 persen ke posisi 879. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 326 saham melemah sehingga menekan IHSG. 126 saham menguat dan 146 saham diam di tempat. IHSG berada di level tertinggi 5.957 dan terendah 5.897.

Total frekuensi perdagangan saham 470.439 kali dengan volume perdagangan 6,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,8 triliun. Investor asing jual saham Rp 155,4 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.579. Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham pertanian naik 0,36 persen, sektor saham infrastruktur menanjak 0,23 persen dan sektor saham aneka industri menguat 0,43 persen.

Sektor saham konstruksi turun 1,34 persen, dan catat penurunan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi melemah 0,99 persen dan sektor saham tambang turun 0,70 persen.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini