Sukses

Bursa Saham Asia Menguat Terbatas Jelang Data Perdagangan China

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat terbatas pada perdagangan saham Selasa pagi (13/4/2021). Hal ini seiring bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang melemah dan jelang rilis data perdagangan China.

Di Jepang, indeks saham Nikkei naik 0,23 persen pada awal perdagangan. Indeks saham Topix menguat tipis 0,13 persen, dan indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 0,18 persen. Indeks saham Australia bergerak sedikit lebih tinggi. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang sedikit berubah.

Ke depan, China akan rilis data perdagangan Maret pada Selasa siang, 13 April 2021. Demikian seperti dilansir dari CNBC, Selasa pekan ini.

Di sisi lain, investor akan mencermati saham Alibaba di bursa Hong Kong seiring bank sentral China mengumumkan afiliasi teknologi keuangan Alibaba, grup Ant akan merestrukturisasi sebagai perusahaan induk keuangan. Hal ini terjadi beberapa hari setelah Alibaba didenda USD 2,8 miliar karena melanggar aturan anti-monopoli.

2 dari 3 halaman

Investor Menanti Rilis Data Inflasi AS

Di bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street, indeks saham S&P 500 ditutup di kisaran 4.127,99. Indeks saham Dow Jones melemah 55,2 poin ke posisi 33.745,40. Indeks saham Nasdaq tergelincir 0,36 persen ke posisi 13.850.

Di wall street, investor juga menanti rilis data inflasi yang akan diumumkan pada Selasa, 13 April 2021 di Amerika Serikat.

Sementara itu, indeks dolar AS berada di kisaran 92,08. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,37 per dolar Amerika Serikat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini