Sukses

Menimbang Saham MEDC dan TPIA yang Kembali Masuk Indeks LQ45

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) masuk dalam daftar saham indeks LQ45 untuk periode Februari-Juli 2021. Meski dua saham ini masuk indeks LQ45, apa saja yang perlu dicermati dan bagaimana rekomendasi sahamnya?

Mengutip data RTI, Rabu siang, 27 Januari 2021 pukul 11.08 WIB, saham TPIA naik tipis 0,24 persen ke posisi 10.375 per saham. Saham TPIA di level tertinggi 10.400 dan terendah 10.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 467 kali dengan nilai transaksi Rp 19,1 miliar.

Sementara itu,  saham MEDC menguat 3,36 persen ke posisi Rp 615 per saham. Saham MEDC sempat berada di level tertinggi Rp 625 dan terendah Rp 585 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.184 kali dengan nilai transaksi Rp 56,8 miliar.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, indeks saham LQ45 masih prospektif seiring dengan ada dinamika pemulihan ekonomi. Dengan saham MEDC dan TPIA masuk indeks LQ45 termasuk likuid sahamnya.

 

2 dari 4 halaman

Cermati Saham LQ45 Tak Hanya Likuiditas Saja

Meski demikian, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menuturkan, saham MEDC dan TPIA menambah pilihan saham bagi investor. Akan tetapi, ia mengingatkan untuk melihat saham itu dari fundamental dan valuasi yang baik.

"Jadi masuknya saham tersebut ke dalam LQ45 tentu memberikan tambahan daya tarik, namun bukan berarti kita melupakan faktor fundamental,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Selasa, 26 Januari 2021.

Sementara itu, Nafan mengingatkan selain likuiditas dan harga saham untuk mencermati indeks LQ45, yaitu dengan melihat kinerja laporan keuangan, dividen, dan good corporate governance (GCG).

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Medco Energi Internasional Tbk mencatat penjualan dan pendapatan usaha lainnya turun 18,27 persen menjadi USD 792,89 2 juta hingga kuartal III 2020 dari periode sama tahun sebelumnya USD 970,24 juta. Perseroan mencatat rugi periode berjalan USD 119,22 juta hingga kuartal III 2020 dari periode sama tahun sebelumnya untung USD 9,90 juta.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk mencatat pendapatan turun 8,6 persen dari USD 1,38 juta hingga kuartal III 2019 menjadi USD 1,26 juta hingga kuartal III 2020. Perseroan mencatat rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD 19,72 juta hingga kuartal III 2020 dari periode sama tahun sebelumnya untung USD 31,45 juta.

Nico mengatakan, dengan masuk indeks LQ45 juga diakui memiliki tingkat likuiditas tinggi. "Masuknya saham-saham tersebut ke dalam daftar LQ45 merupakan salah satu daftar yang cukup dicari pelaku pasar dan investor dengan masuknya kedua saham itu berarti keduanya sudah diakui memiliki tingkat likuiditas yang tinggi,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menilai, masuknya dua emiten tersebut dalam indeks LQ45 tak mengubah prospek. Melainkan hanya karena perdagangannya lebih likuid dan memenuhi kriteria untuk masuk indeks LQ45.

“Untuk rekomendasi saya wait and see. Karena market juga lagi bearish. Support ASRI 187 dan MEDC 570,” ujar  William saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (27/1/2021).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini