Sukses

Ada Program Vaksinasi COVID-19, IHSG Bertahan di Posisi 6.400

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat pada sesi pertama perdagangan saham Rabu, (13/2021). Sentimen program vaksinasi COVID-19 mengangkat IHSG.

Mengutip data RTI, pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG naik 44,62 poin atau 0,69 persen ke posisi 6.439. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG kembali naik 54 poin atau 0,8 persen ke posisi 6.450. Indeks saham LQ45 melonjak 0,66 persen ke posisi 1.003,42. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Pada pukul  11.07 WIB, IHSG menguat 26,48 poin atau 0,41 persen ke posisi 6.423,39. Indeks saham LQ45 naik 0,40 persen ke posisi 1.000. Sebanyak 209 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 245 saham melemah, dan menahan penguatan IHSG. 154 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.094.145 dengan volume perdagangan 15,3 miliar. Nilai transaksi harian saham Rp 13,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 371,03 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.052.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat dengan sektor tambang memimpin penguatan 2,39 persen. Diikuti sektor industri dasar naik 1,45 persen dan sektor saham keuangan menguat 0,61 persen.

Pengamat pasar modal Hans Kwee menuturkan, penguatan IHSG didorong dari sentimen positif dalam negeri. Salah satunya program vaksinasi COVID-19 yang mulai dijalankan pada 13 Januari 2021. Sedangkan dari bursa saham global cenderung mendatar karena valuasi saham sudah mahal.

"Sentimen vaksinasi, pasar masih menguat. Tetapi pasar akan sell by news karena program vaksinasi sudah direalisasikan,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, pasar saham ada potensi koreksi seiring pelaku pasar akan mengambil aksi untung."Sentimen positif mulai berkurang.Pelaku pasar akan sedikit profit taking," ujar Hans.

Melihat kondisi itu, Hans memilih sektor saham tambang dan bank untuk dicermati pelaku pasar. Hans mengatakan, sektor tambang menguat didukung kenaikan harga komoditas. "Komoditas akan menguat. Saham bank juga masih menarik dengan strategi buy on weakness," kata dia.

2 dari 3 halaman

Pembukaan IHSG

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (13/1/2021). Bahkan IHSG kembali tembus posisi 6.400.

Mengutip data RTI, pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG naik 44,62 poin atau 0,69 persen ke posisi 6.439. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG kembali naik 54 poin atau 0,8 persen ke posisi 6.450. Indeks saham LQ45 melonjak 0,66 persen ke posisi 1.003,42. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Sebanyak 208 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG. 100 saham melemah dan 164 saham diam di tempat. IHSG bergerak di level tertinggi 6.464,35 dan terendah 6.422,86.

Total frekuensi perdagangan saham 174.301 kali dengan volume perdagangan 2,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,6 triliun. Investor asing saham melakukan aksi beli Rp 81,63 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.110.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sektor tambang memimpin penguatan dengan naik 2,02 persen, diikuti sektor saham keuangan menguat 0,80 persen dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,79 persen.

Sejumlah saham mencatat penguatan hari ini antara lain saham KIOS melonjak 32,18 persen ke posisi Rp 230 per saham, saham CITY menanjak 25 persen ke posisi Rp 310 per saham, dan saham KOIN mendaki 24,39 persen ke posisi Rp 306 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham PPGL melemah 9,46 persen ke posisi Rp 134 per saham, saham BBYB tergelincir 6,99 persen ke posisi Rp 346 per saham, dan saham BAYU susut 6,79 persen ke pisisi Rp 1.030 per saham.

Bursa saham Asia cenderung menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,19 persen, diikuti indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,05 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 0,47 persen, indeks saham Singapura naik 0,18 persen dan indeks saham Taiwan menguat 1,1 persen.

Selama Desember 2020, saham BBKP melonjak 111,40 persen ke posisi Rp 575 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 533.939 kali dengan nilai transaksi Rp 6,5 triliun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini