Sukses

Investor Asing Borong Saham, IHSG Dibuka Menguat

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Investor asing borong saham

Pada pembukaan perdagangan saham, Jumat (3/6/2016) pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,38 persen ke level 4852,23. Indeks saham LQ45 pun naik 0,50 persen ke level 831,62. Sebagian besar indeks saham acuan melemah pada perdagangan hari.

Ada sebanyak 106 saham yang bisa mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara itu, 17 saham melemah dan 38 saham lainnya diam di tempat.

Di awal sesi perdagangan saham, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.854,50 dan terendah 4.845,42. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.436 kali dengan volume perdagangan saham 143 juta saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp 126 miliar.

Pada perdagangan saham Kamis pagi ini, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 5 miliar.

Berdasarkan data RTI, semua sektor saham menguat. Penguatan terbesar dibukukan oleh sektor infrastruktur yang naik 1,11 persen dan disusul oleh sektor saham aneka industri yang menguat 0,97 persen.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham BMSR naik 27,78 persen ke level Rp 230 per saham, saham ICON mendaki 20,83 persen ke level Rp 290 per saham, dan saham INRU menguat 10,12 persen ke level Rp 370 per saham.

Sedangkan saham yang melemah antara lain saham AGRS turun 8,16 persen ke level Rp 90 per saham, saham LMPI melemah 4,67 persen ke level Rp 102 per saham, dan saham KARW tergelincir 2,38 persen ke level Rp 82 per saham.

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 6,4 poin atau 0,1 persen ke 4.833,22. IHSG melemah karena lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) tak memberikan investment grade.

"‎Tidak adanya investment grade oleh S&P seperti yang diperkirakan membuat menurunnya optimisme investor domestik," kata dia dalam ulasannya.

Sementara, aksi beli bersih investor asing tercatat Rp 445,1 miliar. Aksi beli bersih investor asing didorong oleh kenaikan harga CPO.

"Sektor perkebunan melonjak seiring harga CPO yang melonjak lebih dari 1 persen," imbuh dia.