Sukses

Naik 41 Poin, IHSG Sendirian Menghijau di Bursa Asia

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham di awal pekan ini. Harapan terhadap penurunan suku bunga acuan/BI Rate mendongkrak IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (18/4/2016), IHSG naik 41,96 poin atau 0,87 persen ke level 4.865,53. Indeks saham LQ45 naik 1,23 persen ke level 844,90. Seluruh indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham DBX melemah 0,24 persen ke level 669,85.

Di pra pembukaan perdagangan saham IHSG sempat berada di zona merah. IHSG turun 10 poin ke level 4.812.

Ada sebanyak 148 saham menghijau sehingga mengangkat IHSG dari zona merah. Akan tetapi, 121 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 95 saham lainnya diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 248.359 kali dengan volume perdagangan saham 4,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 5,6 triliun.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.865,53 dan terendah di kisaran 4.800,26. Investor asing membeli saham mencapai Rp 200 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 100 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham perkebunan melemah 0,51 persen dan sektor saham aneka industri susut 1,55 persen.

Sektor saham infrastruktur mendaki 1,7 persen, dan membukukan penguatan terbesar di awal pekan ini. Sektor saham keuangan menanjak 1,49 persen dan sektor saham barang konsumsi naik 1,09 persen.

Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.166. Bursa saham Asia pun cenderung tertekan di awal pekan ini. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,73 persen ke level 21.161,50.

Indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,28 persen ke level 2.009,10, indeks saham Jepang Nikkei susut 3,4 persen ke level 16.275,95.

Indeks saham Shanghai melemah 1,44 persen ke level 3.033,66, indeks saham Singapura merosot 0,21 persen ke level 2.917,75 dan indeks saham Taiwan tergelincir 0,40 persen ke level 8.666,01.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham BMRI naik 4,86 persen ke level Rp 9.700 per saham, saham BBNI mendaki 3,82 persen ke level Rp 5.025 per saham, dan saham UNVR menanjak 1,37 persen ke level Rp 44.400 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham AISA melemah 1,26 persen ke level Rp 1.180 per saham, saham ISSP merosot 0,46 persen ke level Rp 216 per saham, dan saham JRPT susut 1,36 persen ke level Rp 725 per saham.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan pelaku pasar merespons positif Bank Indonesia (BI) mengubah sistem suku bunga acuan/BI Rate. Dengan ada perubahan itu akan membuat suku bunga acuan/BI Rate dapat kembali turun. Sentimen itu mendongkrak sejumlah sektor saham seperti sektor saham keuangan dan properti pada awal pekan ini.

Namun saat ini ada kekhawatiran terhadap harga minyak. Satrio mengatakan, pertemuan produsen minyak utama gagal untuk mengatasi kelebihan pasokan minyak secara tidak langsung berdampak terhadap sektor saham tambang. (Ahm/Ndw)