Waspada Cuaca Ekstrem di Sulut: Gelombang Laut Capai 4 Meter

Ricky menyebutkan, tinggi gelombang antara 2,5-4,0 meter (tinggi) berpeluang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan Laut Maluku.

Diterbitkan 07 November 2025, 09:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sulut - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tinggi gelombang di tiga wilayah perairan Sulut dan sekitarnya diperkirakan mencapai empat meter. Ratusan nelayan di bibir Pantai Manado memilih menepi.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 10 November 2025," ungkap Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror pada, Jumat (7/11/2025) pagi.

Ricky menyebutkan, tinggi gelombang antara 2,5-4,0 meter (tinggi) berpeluang terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan perairan Laut Maluku.

Sementara tinggi antara 1,25 - 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di wilayah perairan Selatan Sulawesi Utara, perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) dan perairan Sulawesi.

Ricky mengatakan, saat ini terpantau adanya siklon tropis Fung-Wong di samudra Pasifik, sebelah utara Papua dengan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot (83 kilometer/jam) dan tekanan udara di pusat siklon 992 hPa.

“Angin di perairan utara Sulawesi dominan dari arah Barat dengan kecepatan 6 - 25 knot,” ujarnya.

Hati-Hati Beraktivitas

Sementara, kecepatan angin maksimum berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah perairan utara Sulawesi yang dapat meningkatkan potensi gelombang tinggi di wilayah tersebut.

"Kami berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas di wilayah perairan dengan tinggi gelombang hingga empat meter untuk keselamatan pelayaran," kata Ricky.

Pantauan Liputan6.com, sejak cuara ekstrem menerjang wilayah Sulut dalam beberapa hari terakhir ini, ratusan nelayan yang berada di garis pantai Manado memilih untuk menepi. Mereka memarkir perahu, dan memilih untuk tidak melaut.

“Gelombang lagi tinggi, angin kencang. Jadi kami memilih untuk tidak melaut,” tutur Ungke, salah satu nelayan di Pantai Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

  • Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang sangat jarang terjadi.
    Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang sangat jarang terjadi.
    Cuaca Ekstrem
  • liputan6
    BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang berstatus Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPN).
    BMKG
  • Gelombang Tinggi