7.892 Kasus DBD Ditemukan di Lampung, 22 Orang Meninggal Dunia

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat sebanyak 7.982 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2025. Dari jumlah tersebut, 22 pasien dilaporkan meninggal dunia.

Diperbarui 09 September 2025, 15:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat sebanyak 7.982 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2025. Dari jumlah tersebut, 22 pasien dilaporkan meninggal dunia.

“Data hingga minggu ke-31 atau akhir Juli 2025 menunjukkan sudah ada 7.982 warga terserang DBD. Sebanyak 22 di antaranya meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Edwin Rusli, Selasa (9/9/2025).

Edwin bilang, ribuan kasus tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Lampung Utara menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi mencapai 1.913 kasus, disusul Lampung Tengah sebanyak 834 kasus.

"Kasus DBD menyerang warga dari berbagai kelompok usia. Berdasarkan data yang kami terima, kelompok usia 14-40 tahun mendominasi dengan 44,8 persen kasus," ungkap dia.

Banyak Anak-Anak Terjangkit DBD

Sementara itu, anak usia di bawah satu tahun mencapai 21,91 persen, dan usia 4-14 tahun sekitar 24,16 persen. Untuk mencegah peningkatan kasus DBD, Dinas Kesehatan Lampung menggencarkan imbauan pencegahan kepada masyarakat.

"Selain itu, penyebaran bubuk abate juga kami lakukan melalui kader kesehatan di seluruh kabupaten atau kota," tutup dia.

  • liputan6
    Demam berdarah dengue atau disingkat DBD, atau disebut juga demam dengue/demam berdarah, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue.
    DBD
  • kasus DBD
  • lampung