Liputan6.com, Denpasar - Upaya pelestarian penyu di Pulau Serangan, Denpasar, Bali, terus menunjukkan hasil menggembirakan. Dalam setahun terakhir, lebih dari 7.600 telur penyu berhasil diselamatkan, dan sekitar 4.000 di antaranya telah menetas menjadi tukik yang kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
PT Bali Turtle Island Development (BTID), pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, memberikan dukungan penuh terhadap program konservasi yang digerakkan oleh warga Desa Serangan bersama Turtle Conservation and Education Center (TCEC).
“Tidak pernah ada hambatan saat kami monitoring atau pendataan penyu di kawasan,” ujar Ketua TCEC Serangan, I Wayan Indra Lesmana, kepada media, belum lama ini.
Advertisement
Pantai Serangan di kawasan Kura-Kura Bali disebut sebagai salah satu titik krusial tempat penyu singgah dan bertelur. Untuk menjaga kelestariannya, proses monitoring dilakukan dengan tertib, melalui prosedur izin kepada pihak keamanan setempat.
“Karena ada proyek pembangunan, kami tidak bisa sembarangan masuk. Tapi sejauh ini, BTID sangat kooperatif. Begitu kami ajukan izin untuk kegiatan konservasi, langsung diberikan akses,” jelas Indra.
Tiga jenis penyu diketahui bertelur di kawasan ini, yakni penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Relokasi telur dilakukan jika lokasi sarang berada di area yang berisiko. Namun jika dirasa aman, telur dibiarkan menetas secara alami.
Menurut Indra, aktivitas konservasi ini tak hanya berperan penting dalam menjaga keberlanjutan hidup penyu, tapi juga turut memberikan manfaat ekonomi bagi warga Desa Serangan.
Sinergi yang terjalin antara BTID, pemerintah, masyarakat lokal, serta Desa Adat Serangan menjadi kunci utama keberhasilan konservasi di kawasan tersebut.
“Kami berharap kerja sama ini terus terjaga agar penyu merasa aman kembali bertelur di Serangan. Dengan begitu, proses pemantauan dan pelestarian bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
TCEC Jadi Tujuan Wisata Edukasi
Tak hanya sebagai pusat konservasi, TCEC juga dikenal luas sebagai destinasi edukasi lingkungan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Denpasar, sepanjang tahun 2024, TCEC telah dikunjungi lebih dari 59.000 orang dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, wisatawan lokal dan mancanegara, hingga tamu kenegaraan.
“Kami sering diajak BTID dalam berbagai kegiatan penting, mulai dari pelepasan tukik, edukasi penyu, hingga menerima kunjungan delegasi internasional seperti saat KTT G20,” tambah Indra.
Pusat konservasi ini bahkan menjadi tujuan rutin bagi sekolah-sekolah dan institusi pendidikan yang ingin mengenalkan siswa pada pentingnya menjaga satwa laut. Banyak anak-anak yang untuk pertama kalinya melihat langsung tukik dan belajar tentang siklus hidup penyu.
Kunjungan ke TCEC juga berdampak langsung terhadap pemasukan Desa Adat Serangan. Dana yang diperoleh digunakan untuk menjaga tanah leluhur serta merawat pura-pura suci di Pulau Serangan.
Menjaga Warisan Alam dan BudayaKonservasi penyu di Pulau Serangan bukan sekadar melestarikan satwa langka, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut dan warisan budaya masyarakat pesisir Bali yang telah lama menyatu dengan laut.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin antara berbagai pihak, Pulau Serangan diharapkan akan tetap menjadi rumah yang aman bagi penyu untuk kembali pulang dan bertelur setiap tahunnya. (*)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5276984/original/087388600_1751970928-WhatsApp_Image_2025-07-08_at_12.48.21.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/360649/original/076094300_1521185970-hmb_komo.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416187/original/088882300_1782301187-kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)