Iming-Imingi HP dan Uang, Guru SD di Mesuji Cabuli Dua Murid Lelaki

Modus yang digunakan pelaku tergolong licik. AS diketahui merayu korban dengan iming-iming uang tunai hingga handphone (HP) agar korban menuruti kemauannya.

Diterbitkan 15 Mei 2025, 02:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Aksi bejat seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Mesuji, Lampung, terbongkar. AS, 35 tahun, guru di salah satu SD negeri setempat, ditangkap polisi usai diduga mencabuli dua siswanya di bawah umur.

Modus yang digunakan pelaku tergolong licik. AS diketahui merayu korban dengan iming-iming uang tunai hingga handphone (HP) agar korban menuruti kemauannya.

"Pelaku memberikan uang mulai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Selain itu, salah satu korban juga dibelikan HP," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mesuji, Sripuji Hariyanthi, kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).

Menurut Sripuji, pelaku berusaha menanamkan rasa utang budi pada korban agar mereka tak berani melawan ataupun melaporkan aksi bejatnya.

Tipu Muslihat Hadiah Kejuaraan

Tak hanya memberikan uang, AS juga memanfaatkan prestasi korban sebagai dalih untuk mendekatinya. Salah satu korban berinisial F diketahui adalah siswa berprestasi dengan memenangkan lomba pidato. "Korban F pernah menang lomba pidato. Pelaku kemudian membelikan HP dengan alasan sebagai hadiah karena menang lomba tersebut," jelas Sripuji.

Namun di balik itu, pelaku ternyata punya niat lain. F diminta terus membantu pelaku mengajar ekstrakurikuler pidato di SD tempat pelaku mengajar. Bahkan, saat korban sudah melanjutkan ke jenjang SMP, Adi tetap memaksa F untuk tetap terlibat dalam kegiatan tersebut. "Korban dibuat seolah-olah tidak boleh jauh dari pelaku. Ini yang membuat hubungan mereka terus berlanjut meskipun korban sudah SMP," ujarnya.

Polres Mesuji saat ini masih melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus tersebut. Pemeriksaan intensif terhadap pelaku, korban, dan saksi-saksi lain terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain. "Masih kami dalami. Proses penyelidikan masih berjalan, termasuk keterangan korban, pelaku, dan saksi lainnya," kata Kasatreskrim Polres Mesuji, Iptu Rosali.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya tindakan serupa untuk segera melapor agar kasus ini bisa diusut tuntas.