Sukses

Siapa Menikmati Kompensasi Relokasi Warga Batam?

Ada 200 warga kampung Dragon yang didata hendak digusur dan diberi kompensasi oleh Pertamina. Namun sebagian besar tidak didata dan tak menerima kompensasi.

Liputan6.com, Batam - Sekitar 200 Kepala Keluarga(KK) di Kampung Dragon, kelurahan kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam yang sudah belasan tahun mendiami lahan yang milik Pertamina, rencananya akan digusur.

Atas penggusuran tersebut warga dijanjikan mendapatkan kompensasi. Sebagian sudah menerima, sebagian lainnya tidak. Penyebabnya proses pendataan oleh Pertamina bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dan kompensasi yang dibagikan ternyata berbeda.

Menurut Khenoki, salah satu warga, Pertamina mengklaim telah mendata dan memberikan kompensasi.

"Pendataan yang dilakukan sangat tertutup. Ada kejanggalan juga yakni pendataan dilakukan ketika warga tidak ada di rumah," kata Khenoki.

Ia dan warga lain meminta Pertamina membuka data KK warga yang sudah didata dan menerima kompensasi. Menurutnya, tidak ada yang perlu ditutupi, sebab selama ini Pertamina tertutup soal data warga yang diminta.

Kuasa hukum warga kampung Dragon Repiton Manao mempersoalkan ketertutupan Pertamina atas data KK warga kampung dragon yang diproyeksikan menerima kompensasi, 

Rapiton menduga telah terjadi indikasi penggelembungan data atau tumpang tindih KK. Ia menduga ketidakberesan data itu kemudian dimanfaatkan oleh oknum tertentu, sehingga banyak warga yang tidak bisa menerima kompensasi meski sudah tinggal berpuluh tahun.

"Sampai saat ini belum ada titik terang atau jawaban secara terang terangan dari Pertamina," kata Rapiton, Senin (24/6/24).

Ditambahkan, berdasarkan jumlah warga yang tak menerima kompensasi mencapai 200 KK. Ia menduga dana tersebut sudah diambil dan dinikmati pihak lain. 

"Sebagai kuasa hukum warga kampung Dragon menyayangkan sistem cara pendataan dan pembayaran sagu hati/kompensasi oleh Pertamina, " katanya.

Menurut Rapiton Pertamina harus membuka data dan menyampaikan ke warga. Jika itu tak dilakukan, berpotensi mengadu domba dan memecah belah kerukunan yang sudah terbentuk.

tidak ada titik terang di dalam melanjutkan pendataan atau pembayaran pemberian konvensasi kepada warga Meminta Pertamina supaya terang terang untuk membuka data KK warga.

Sementra itu, Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara, Susanto August Satria tidak bersedia memberikan penjelasan. Susanto 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.