Sukses

6 Kisah Mistis Cadas Pangeran Dari Batu Nisan hingga Sosok Perempuan

Liputan6.com, Yogyakarta - Cadas Pangeran merupakan jalan nasional dengan medan berkelok yang masih menjadi pilihan pengendara untuk dilintasi. 

Jalan nasional tersebut menghubungkan poros Bandung–Sumedang–Majalengka–Cirebon. Dibangun tahun 1809 pada masa penjajahan Belanda, Jalan Cadas Pangeran berada tujuh kilo meter di barat daya Kota Sumedang, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Pengendara yang melintas jalan berkelok Cadas Pangeran akan disuguhkan pemandangan alam asri. Di satu sisi, jalan Cadas Pangeran dipandang berbahaya lantaran memiliki tikungan berkelok tajam dan sejumlah tanjakan serta turunan yang curam. 

Salah satu sisinya berhadapan dengan jurang menganga yang di bawahnya terhampar hutan lumayan lebat. Sementara di sisi lainnya, berdiri tebing tinggi cadas yang ditumbuhi pepohonan rapat. 

Belum lagi ketika malam tiba, jalan tersebut terbilang sepi, karena tidak ada pemukiman warga di sisi jalannya. Dirangkum dari berbagai sumber Liputan6.com, berikut cerita mistis yang sering dialami pengendara ketika melintasi Cadas Pangeran: 

Batu Nisan Tanpa Nama

Di sekitar Cadas Pangeran terdapat beberapa makam dengan batu nisan tanpa nama. 

Warga setempat meyakini makam tersebut tempat peristirahatan terakhir para pekerja paksa pada masa Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels. 

Deandels memerintahkan pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan tahun 1808. Sebagian kecil di antara ruas jalannya melewati kawasan Cadas Pangeran.

Bahkan, kawasan Cadas Pangeran terdapat batu yang juga diyakini sebagai petilasan Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumadinata IX. Bupati Sumedang yang menentang kesewenang-wenangan Daendels terhadap masyarakat Sumedang yang menjadi pekerja paksa pada pembuatan Jalan Cadas Pangeran.

Tiga Siluman Dalam Trisula

Konon, jalan raya yang banyak dilalui kendaraan besar maupun kecil tersebut bisa tetap berdiri kokoh di lereng pegunungan konon berkat adanya senjata trisula yang digunakan sebagai penyangga. 

Trisula itu disusupi tiga siluman yakni ular, kera, dan harimau. Konon, bila ada orang yang angkuh, sombong, dan tak mempercayai keberadaan mereka, maka dia akan didatangi langsung mahluk tak kasat mata itu.

Air Keramat dan Ular Raksasa

Sebuah pipa bambu mengalirkan air bersih di salah satu bagian jalan Cadas Pangeran. Konon, air pegunungan dikeramatkan dan diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit. 

Bahkan, menurut penuturan warga setempat, air itu memiliki wangi yang berbeda dari air kebanyakan. Di lokasi sekitar tempat air tersebut kerap kali muncul ular raksasa. 

Kabarnya ada seorang sopir yang kecelakaan lantaran mencoba menghindari sang ular yang badannya membentang menghalangi jalan raya. 

Mitosnya, ular besar yang diduga berjenis piton atau boa tersebut hidup di dasar jurang di samping Jalan Cadas Pangeran. Sang ular disebutkan memakan mayat sisa korban kecelakaan atau pembunuhan. Dan, pada zaman dahulu, ular ini memakan mayat korban kerja paksa pembuatan jalan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Lempar Rokok atau Koin

Dulu, ketika kendaraan yang melewati Cadas Pangeran belum seramai sekarang, ada mitos bahwa pengendara dan warga yang melewati jalan raya tersebut harus menyalakan dan melempar rokok atau koin ke jurang di pinggir jalan. 

Ini semacam permintaan izin untuk melintas agar tak diganggu makhluk astral penghuni Jalan Cadas Pangeran. Tentu saja, bacaan doa penolak bala dan marabahaya juga tak putus dirapalkan saat akan melintas.

Menurut cerita masyarakat setempat, arwah para pekerja paksa dan korban pembunuhan yang mayatnya dibuang di sekitar Cadas Pangeran serta makhluk halus lain penunggu jalan itu bergentayangan mengganggu para pengguna jalan. 

Seorang sopir angkot bercerita, ada sosok hitam menempel di kaca belakang mobilnya ketika dia nekat pada malam hari melewati Jalan Cadas Pangeran bagian atas yang dibangun di bawah perintah Daendels.

Tikungan Angker

Jalan Cadas Pangeran memiliki tikungan angker. Sering terjadi kecelakaan di tikungan itu. 

Salah satunya adalah kecelakaan yang menimpa mobil berisi sekelompok perempuan yang hendak berwisata ke Sumedang. Ketika sampai di tikungan tersebut, rem mobil yang mereka tumpangi ternyata blong. 

Mobil masuk jurang. Sebagian besar penumpangnya tewas di lokasi kejadian. Setelah kecelakaan, warga sekitar sering melihat penampakan para perempuan yang menjadi korban kecelakaan tersebut. 

Tidak hanya itu, banyak kejadian aneh yang terjadi di tikungan tadi. Banyak kendaraan yang mendadak mati ketika melintasi tikungan tersebut hingga beberapa pengemudi mobil melihat sekelompok perempuan di kursi belakang mobilnya yang tiba-tiba mucul dan menghilang begitu saja.

Sosok Perempuan dan Kepala Melayang

Konon ada cerita seorang ibu hamil yang sedang dibonceng motor diikuti kepala yang melayang di belakangnya. Pengendara melihat sosok tiba-tiba menyeberang jalan, namun menghilang ketika sampai di seberang. 

Ada juga yang pernah melihat bayangan-bayangan berterbangan dari satu pohon ke pohon lain di hutan Cadas Pangeran.

Selain itu, warga setempat dan pengendara pun sering dikagetkan dengan kemunculan perempuan pada tengah malam. Sosok perempuan itu mencegat pengendara dengan melambaikan tangan.