Sukses

Jadi Juru Kunci Grup A, Persis Solo Kena Kritik Suporter: 'Berbenah Ojo Setengah-Setengah'

Liputan6.com, Solo - Persis Solo harus menjadi juru kunci Grup A ajang kompetisi pramusim Piala Presiden 2022, usai tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu ditekuk oleh Persita Tangerang dengan skor akhir 0:1 Di Stadion Manahan Solo, Senin Malam (27/6/2022). Buntut dari kekalahan tersebut, Persis Solo mendapat kritikan dari para suporternya di dalam stadion.

Bentuk kritikan tersebut seperti nyanyian kritikan, spanduk panjang bertuliskan "Wes Pokoke Awuren" yang artinya pokoknya kamu jawab semaumu, "Berbenah Ojo Setengah-Setengah" yang artinya berbenah dan jangan setengah-setengah, hingga squad dan manajemen dipunggungi oleh semua suporter di dalam stadion ketika menyanyikan anthem mereka, yakni Satu Jiwa.

Pelatih Persis Solo, Jacksen F Tiago mengatakan kecewa dengan hasil akhir laga terakhir mereka saat menjamu Persita Tangerang. Sebelumnya, ia berjanji dalam laga terakhir mereka itu akan memberikan persembahan manis untuk suporter fanatik mereka.

Namun, kandas lantaran satu-satunya gol yang dicetak Pemain Persita Tangerang, Elisa Basna membuat mereka menjadi juru kunci Grup A.

 

2 dari 2 halaman

Kalahkan Persis Solo, Persita Tak Lolos Fase Grup

"Hasil yang sangat mengecewakan, sebelumnya kami memiliki harapan  bisa menutup dengan manis pertandingan terakhir dan mempersembahkan kemenangan untuk pendukung kami. Tapi, rencana kami tidak berjalan sesuai harapan," ujarnya di Stadion Manahan Solo, Selasa (28/6/2022).

Dalam kesempatan itu, dirinya menyebut banyak peluang dari Laskar Sambernyawa, tetapi belum bisa dikonversikan menjadi gol. Bahkan, dirinya dan tim pelatih mengatur komposisi agar laga terakhir itu bisa berpesta gol. 

"Pada lini depan masih belum bisa memanfaatkan kesempatan, seperti umpan-umpan dari Messi, dan itu akan menjadi evaluasi kami. Kami sudah mencoba strategi yang kami anggap baik, tapi hasil kemenangan masih belum berpihak kepada kami," tutur Jacksen.

Sementara itu, perwakilan pemain Persis Solo, Yulius Pamungkas meminta maaf kepada semua pihak, khususnya para suporter karena dalam pertandingan terakhir fase grup tersebut dirinya bersama rekan-rekannya gagal memberikan hasil kemenangan untuk suporter mereka yang dikenal dengan sebutan Pasoepati itu.

"Mewakili seluruh pemain saya meminta maaf kepada seluruh suporter, saya pribadi juga sangat sedih dengan kekalahan ini. Tapi, kami siap berbenah untuk menghadapi kompetisi resmi mendatang, Liga 1," katanya.

 

Simak video pilihan berikut ini: