Sukses

Kebijakan Boleh Lepas Masker Bawa Angin Segar untuk Pariwisata Gunungkidul

Liputan6.com, Gunungkidul - Pelonggaran aturan pandemi Covid-19, seperti boleh buka masker di tempat terbuka, membawa angin segar bagi pariwisata Gunungkidul. Kebijakan itu dianggap mampu mengerek lagi kunjungan wisata yang sempat anjlok selama pandemi.

Musim libur Lebaran lalu, long weekend, dan libur Waisak, menjadi momen penting kebangkitan pariwisata Gunungkidul. Hal itu setidaknnya diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian.

Menurut Arif, adanya pelonggaran sejumlah hal, termasuk boleh lepas masker, akan semakin meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke obyek wisata. Sebab, adanya pelonggaran ini, termasuk juga pelonggaran mobilitas antardaerah, mereka akan lebih leluasa saat berwisata.

"Pasti akan lebih meningkat lagi kunjungan wisatawan. Apalagi ini nanti akan masuk pada libur semester," kata Arif Aldian, Rabu (25/5/2022).

Arif mencontohkan, pada Lebaran kemarin pemerintah memberikan kelonggaran mudik. Hal tersebut langsung berdampak positif pada sektor wisata dengan adanya 257.451 pengunjung yang masuk ke obyek wisata di Gunungkidul.

Menurutnya, momentum ini kemudian disusul adanya 3 hari libur Waisak lalu yang mencatatkan kunjungan sebanyak 97.055 wisatawan di Kabupaten Gunungkidul. Adanya peningkatan jumlah wisatawan ini Pemkab tetap menghimbau kepada wisatawan membiasakan diri untuk bermasker.

"Sudah ada kelonggaran mengenai penggunaan masker dan lainnya tetapi masyarakat tetap kami minta untuk prokes. Selain itu kami juga tetap aktifkan fasilitas prokes di masing-masing destinasi wisata," terang Arif.

Selain itu, seiring dengan meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan, penggunaan aplikasi e-ticketing di kawasan wisata juga terus diupayakan oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul. Penggunaan e-ticketing dapat mempermudah dan memperlancar laju antrian saat masuk ke kawasan wisata.

Sebagaimana diketahui, e-ticketing menjadi bagian dari upaya dari pemerintah agar wisatawan beralih ke transaksi non-tunai. Dari laporan yang ia terima, wisatawan sudah mulai memanfaatkan adanya e-ticketing khususnya yang tersedia di TPR menuju pantai.

"Kalau e-ticketing sudah tersedia melalui scan barcode di TPR, jadi sudah mulai dimanfaatkan oleh sebagian wisatawan," ucapnya.

Meski demikian, penggunaan e-ticketing saat di kawasan wisata masih menemui sejumlah kendala. Salah satunya ialah ketersediaan sinyal internet yang terbatas yang menyulitkan saat akan melakukan scan barcode. Pembayaran tiket on the spot juga masih mendominasi pilihan wisatawan yang akan masuk ke kawasan wisata.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

E-ticketing

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto juga menilai pelonggaran masker menandakan semakin dekatnya status endemi Covid-19. Kendati demikian, pihaknya masih tetap meminta masyarakat untuk menerapkan prokes saat berada di tempat-tempat tertentu.

 “Jika dilihat di lapangan masih ada yang nyaman menggunakan masker dan ada yang sudah mulai lepas,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator TPR Baron Utama, Heri Mulyono. Ia menyampaikan jika pembayaran tiket tunai di tempat masih menjadi pilihan wisatawan untuk masuk ke kawasan wisata. Namun sebagainya wisatawan juga sudah mulai beralih ke transaksi melalui e-ticketing meskipun jumlahnya masih kecil dibandingkan pembayaran tunai.

"Kemarin pas libur Lebaran itu juga ada sebagian yang pakai e-ticketing, tapi kalau dirata-rata masih banyak yang memilih bayar tunai," tutupnya.