Sukses

Jadi Beban APBD, Pemkot Lelang Pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tengah melengkapi kebutuhan persyaratan administrasi guna proses lelang pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Wali Kota Bandung, Oded M Danial menyatakan pengelolaan Stadion GBLA oleh pihak ketiga menjadi jalan tengah untuk bisa mengoptimalkan fungsi stadion sekaligus menghemat biaya pemeliharaan. Menurut Oded, sangat berat bagi Pemkot Bandung jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kenapa harus dikerjasamakan? Karena kita tidak mungkin operasional lewat APBD. Harus kita kerja samakan dengan orang lain," kat Oded di Pendopo Kota Bandung, Rabu (14/4/2021).

Oded menuturkan, proses administrasi berkenaan serah terima aset Stadion GBLA kini sudah tuntas. Dari sisi regulasi, kerja sama dengan pihak ketiga juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 20218 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Oded menyatakan skema pengelolaan serupa juga tidak menutup kemungkinan bakal berlaku untuk sejumlah aset sarana dan prasarana olahraga lainnya. Sehingga, Pemkot Bandung bisa mengalihkan anggaran pemeliharaan untuk pelayanan masyarakat lainnya.

"Bukan hanya GBLA, tapi beberapa tempat olahraga. Bisa kita kerja samakan," ujarnya.

Agar lebih maksimal, Oded menyatakan pihaknya tengah membuka opsi akses pintu tol di KM 149. Saat ini, pembukaan akses pintu tol KM 149 masih terkendala jalur yang belum tuntas secara keseluruhan. 

Sambil melobi pemerintah pusat, dia juga akan menyiapkan kajian untuk pembukaan akses dari Tol Purbaleunyi tersebut.

"Akses itu tidak harus menyambung ke Gedebage, itu (pintu tol) bisa diaktifkan. Kita akan coba kaji dulu," ungkapnya. 

 

2 dari 3 halaman

Sudah Kantongi SLF

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bandung Eddy Marwoto mengaku sudah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kini, tinggal menunggu hasil dari studi kelayakan untuk Stadion GBLA sebagai salah satu syarat administrasi proses lelang.

"Untuk proses lelang kita sekarang sedang proses. Kita sudah memproses surat laik fungsi dan alhamdulillah sudah turun (terbit). Kita sedang menunggu dari pihak ketiga untuk feasibility study atau studi kelayakan," kata Eddy. 

Untuk pengerjaan studi kelayakan, Eddy mengungkapkan, sesuai aturan terbaru bisa dilaksanakan oleh dinas teknis di daerah. Hanya perlu merekrut pihak ketiga sebagai bagian dari tim ahli.

Setelah semua kelengkapan administrasi komplet, ujar Eddy, proses akan berlanjut pada pembentukan tim panitia lelang. Apabila semua proses berjalan lancar, dia menargetkan lelang Stadion GBLA sudah selesai pada 2021 ini.

"Kalau itu sudah lengkap nanti dianalisa oleh BPKA (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset) ini bersama tim yang dibentuk oleh kepwal wali kota baru pada proses selanjutnya untuk pengumuman," jelasnya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini