Sukses

Cerita Asyik Warga Pluneng Pelihara Ikan di Sungai Jernih Depan Rumah

Klaten - Sungai di depan rumah warga Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bukan hanya jernih. Sungai selebar 1,25 meter yang berhulu di Umbul Tirtomulyono itu dihiasi aneka ikan di beberapa lokasi depan rumah warga.

Seperti di depan rumah Tatik, 42, warga Dukuh Miren, Desa Pluneng. Rumah Tatik hanya berjarak ratusan meter dari Umbul Tirtomulyono. di sungai di depan rumah Tatik, ada seratusan ikan nila yang ia sebar bersama suaminya Hariyadi.

Sebagian yang sudah berukuran besar mereka pisahkan pada keranjang khusus yang direndam ke sungai. Sementara, ikan-ikan lainnya berenang bebas pada bagian sungai yang sudah mereka batasi menggunakan anyaman besi yang dipasang melintang pada alur sungai.

Tak terlihat sampah yang hanyut di sepanjang sungai. Dasar sungai dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter terlihat jelas.

Tatik dan Hariyadi menebar dan memelihara ikan di sungai di depan rumah mereka sejak setahun terakhir. "Biar untuk pemandangan," kata Tatik saat ditemui di rumahnya, Selasa (12/10/2020).

Tatik menceritakan selama lebih dari dua tahun terakhir warga di desanya mulai memanfaatkan sungai di Pluneng Klaten ungai di depan rumah masing-masing untuk membudidayakan ikan.

Hal itu dilakukan warga salah satunya terinspirasi dari seorang warga setempat bernama Joko, seorang pensiunan pegawai bank yang lebih dulu memanfaatkan sungai di depan rumahnya untuk memelihara aneka jenis ikan seperti nila, gurami, hingga koi. Sungai di depan rumah Joko sempat viral di media sosial sekitar tiga tahun silam.

Cara Joko mengelola alur sungai di depan rumahnya mulai diikuti warga. “Sekarang sungainya menjadi lebih bersih. Secara rutin sungainya dibersihkan dari sampah-sampah,” kata Tatik, dikutip Solopos.com.

 

2 dari 3 halaman

Menambah Penghasilan

Tatik mengatakan tak hanya menjadi pemandangan di depan rumah. Ikan yang dibudidayakan di depan rumah sejumlah warga bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Hal itu pula yang diharapkan Tatik yang secara rutin memberikan pakan ikan-ikan itu dengan pelet.

"Kalau rencana sudah besar mau dijual. Dari tetangga yang pernah menjual itu bisa laku Rp25 ribu per kilogram," kata Tatik.

Penjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Pluneng Kebonarum Klaten, Henry, mengatakan belakangan warga di desanya berinisiatif memanfaatkan sungai yang berhulu di Umbul Tirtomulyono untuk budi daya ikan. "Memang awalnya dari Pak Joko itu kemudian merembet ke warga," kata Henry.

Henry menuturkan akhir-akhir ini warga di desanya giat membudidayakan ikan memanfaatkan sungai yang mengalir di sepanjang permukiman. Bukan hanya dilakukan secara pribadi, warga juga mulai membentuk kelompok budi daya ikan secara swadaya.

"Sektor perikanan di Pluneng memang saat ini baru giat. Sudah banyak yang belajar budi daya ikan dan membuat kelompok-kelompok baru," kata Henry.

Henry mengatakan sejatinya sungai selebar 1,25 meter dengan kedalaman 40 sentimeter hingga 50 sentimeter itu merupakan saluran irigasi pertanian. Henry memastikan pemanfaatkan selokan untuk budi daya ikan itu tak mengganggu sektor pertanian.

Air tetap mengalir menjadi sumber irigasi petani di bagian hilir lantaran sungai hanya diberi pembatas berupa kawat atau besi. Selain membatasi gerak ikan, pemasangan besi atau kawat itu dimaksudkan agar sampah bisa tersangkut dan segera dibersihkan.

"Para petani justru senang karena sampah yang masuk ke sawah mereka semakin berkurang. Ini menjadi model pembelajaran warga untuk memberdayakan sungai sehingga semakin sedikit yang membuang sampah ke sungai," kata dia.

Dapatkan berita menarik Solopos.com lainnya, di sini:

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: