Sukses

Pedagang Pasar Baru Protes Buka Tutup Jalan, Wali Kota Bandung: Saya Utamakan Kesehatan

Liputan6.com, Bandung - Sejumlah pedagang Pasar Baru Kota Bandung menggelar aksi protes membuka Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista)-Suniaraja, Senin (28/9/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan penutupan jalan oleh Pemerintah (Pemkot) Kota Bandung terkait pencegahan kerumunan.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menanggapi protes para pedagang. Ia mengatakan, sistem buka tutup jalan tidak hanya menjadi keputusan Pemerintah Kota Bandung, melainkan hasil urun rembug Forkompimda Kota Bandung berdasarkan evaluasi pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Saya lebih mengutamakan faktor kesehatan," tutur Oded.

Ia pun berharap, para pedagang bisa memahami bahwa pandemi Covid-19 masih berlangsung. Oleh karenanya, Oded berharap tidak banyak korban yang berjatuhan.

"Saya berharap mereka paham. Karena ini persoalannya Covid-19," ungkapnya.

Buka tutup jalan yang dilakukan di Kota Bandung tidak berlangsung sepanjang hari, melainkan dengan pengaturan waktu. Waktu buka-tutup jalan antara lain, pukul 09.00-11.00 WIB, pukul 14.00-16.00 WIB, dan pukul 21.00-06.00 WIB.

Hasil rapat evaluasi AKB bersama Forkompimda pada 24 September 2020 lalu memutuskan bahwa sistem buka tutup ini perlu dilanjutkan. Mengingat angka penambahan kasus Covid-19 di Kota Bandung masih relatif tinggi.

"Kemarin sudah kita rapatkan bersama Forkompimda bahwa keputusannya masih seperti itu (buka-tutup jalan)," ujar Oded.

Pada akhir Agustus 2020 lalu pun pernah ditemukan kasus konfirmasi positif pada seorang pedagang Pasar Baru di salah satu blok. Pemkot Bandung pun telah membatasi aktivitas di blok tersebut selama empat hari.

Kendati ingin terus menggerakkan ekonomi Kota Bandung, Oded tetap akan mengutamakan kesehatan masyarakat, termasuk pedagang dan pembeli di Pasar Baru.

2 dari 3 halaman

Pendapatan Pedagang Berkurang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan pedagang Pasar Baru menggelar aksi protes di Jalan Otto Iskandar Dinata sekitar pukul 09.44 WIB.

Menurut Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan, aksi yang dilakukan hari ini bukan hanya dihadiri oleh pedagang pasar saja, melainkan juga pedagang kaki lima yang kerap berniaga di sekitar Pasar Baru.

Namun demikian, ia mengatakan aksi protes tersebut di luar kegiatan HP2B.

"Itu di luar koordinasi saya, tuntutannya ingin dibuka akses jalan yang diperpanjang. Saya sendiri tidak bisa melarang, dan kami memilih dengan cara elegan kalau kami turun ke jalan khawatir berkerumun," tutur Iwan.

Iwan memandang bahwa Pemkot Bandung harusnya bisa menangani masalah ini agar tidak terjadi. Menurutnya, sistem buka tutup jalan di lima titik termasuk akses jalan menuju Pasar Baru turut memengaruhi pendapatan pedagang.

"Buka tutup jalan menyulitkan ekonomi di Pasar Baru dan jalur itu dan alangkah lebih bijak pemkot mendengar aspirasi kami," katanya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini