Sukses

Kolaborasi 70 Seniman Lintas Genre Serukan #bertahandirumah

Liputan6.com, Jakarta - Kejenuhan mulai menghinggapi warga yang sekian waktu mengurung diri di rumah. Anjuran tetap di rumah perlahan namun pasti mulai diabaikan. Jalanan dan toko-toko swalayan yang kembali ramai menjadi indikator masyarakat enggan terus menjalankan imbauan tetap di rumah.

Sayangnya, masih ada yang abai terhadap protokol kesehatan ketika keluar rumah. Untuk sekadar memakai masker atau menjaga jarak ketika membayar di kasir tampak belum menjadi kenormalan baru.

Sebagai respons terhadap keadaan tersebut, 70 seniman muda Indonesia dari berbagai genre kesenian dan daerah berkolaborasi dalam sebuah karya kolosal bertajuk #bertahanlahdirumah. Kolaborasi ini merupakan sumbangsih para pegiat seni untuk memberi kekuatan mental agar publik dapat bertahan dan melewati tragedi yang sedang terjadi.

“Kami merasa terpanggil untuk memberi sumbangan berupa empati, semangat, dan visi pada masa pandemi yang menguji kualitan dan kapasitas kemanusiaan kita,” kata Yopi Setia Umbara, organiser kolaborasi dari Komunitas Sastra Buruan, Bandung melalui rilis yang diterima Liputan6.com.

Mereka yang terlibat antara lain para sastrawan, musisi, aktor dan aktris, perupa serta videografer. Beberapa nama yang ikut berpartisipasi antara lain Prilly Latuconsina, Gunawan Maryanto, Heru Joni Putra, Heliana Sinaga, Frisca Aswarini, Andy Eswe, Irwan Jamal, Zulkifli Songyanan, serta para seniman lain dari Jakarta, Padang, Bandung, Jogyakarta, Denpasar, Papua dan daerah-daerah lain.

Masing-masing seniman membaca puisi secara virtual dengan gaya masing-masing. Kemudian rekaman video pembacaan puisi dikemas sebagai video kolosal berdurasi 20 menit.

“Kerja kolaborasi dari para seniman ini untuk menunjukkan di tengah cobaan wabah, masyarakat perlu bekerja sama agar beban menjadi lebih ringan,” ujar dia.

Puisi yang dibaca berjudul Kesunyian Besar Umat Manusia karya Faisal Kamandobat. Puisi tersebut merupakan narasi panjang dengan 43 bait dengan kandungan berbagai tema yang saling berkaitan satu sama lain.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kolaborasi Seniman Lintas Genre

Ragam tema itu antara lain alam, sosial, sains dan teknologi, serta spiritualitas terkait pandemi. Dengan kekayaan renungan dan nuansanya, diharapkan publik luas dapat memperoleh makna sesuai minatnya masing-masing.

Kolaborasi ini digarap selama dua bulan. Dimulai dengan pengenalan puisi kepada para pembaca, perekaman video, penyuntingan dan penciptaan musik latar.

Aksi kolaborasi ini diorganisasi Zulfa Nasrullah dan Yopi Setia Umbara dari komunitas sastra Buruan, Bandung. Sementara tugas editing video diserahkan pada Aditya Saputra. Untuk komposisi latar puisi diampu Syarif Maulana dan para musisi lain.

Yopi mengatakan, judul #bertahanlahdirumah berisi pesan agar masyarakat senantiasa displin, sabar dan tegar dalam menghadapi pandemi. Selain itu, juga sebagai ajakan untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain sambil memperkaya renungan, memperkuat mental dan meningkatkan kreativitas di tengah masa sulit.

“Tentu kolaborasi ini hanya sebuah sumbangan sederhana dari para seniman, namun semoga dapat memberi makna dan kegembiraan bagi bangsa ini,” kata dia.

Bagi masyarakat yang hendak menyaksikan hasil kolaborasi ini bisa menyimak di kanal Buruan Youtube dengan tajuk “Bertahanlah di Rumah: Kolaborasi Penulis dan Seniman Indonesia.” Video mulai tayang Rabu (20/5) pukul 16.00 WIB.

Yopi berterima kasih kepada para seniman yang telah berpartisipasi dalam kolaborasi ini. Ia juga berterima kasih kepada para jurnalis dan masyarakat yang ikut menyebarkan video kolaborasi ini kepada publik luas.

“Semoga kita senantiasa sehat, selamat dan kuat dalam mengahadapi cobaan,” tuturnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: