Sukses

Penyemprotan Disinfektan di Pengungsian Hapus Kecemasan Penyintas Gempa Palu

Liputan6.com, Palu - Upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan penyemprotan disinfektan tengah masif dilakukan di Kota Palu. Penyemprotan di shelter pengungsian penyintas gempa Palu, menjadi prioritas karena lokasi ini dinilai memiliki kerentanan yang tinggi terhadap penyebaran virus.

Penyemprotan disinfektan di shelter pengungsian penyintas gempa Palu dilakukan oleh Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Palu pada Rabu siang (1/4/2020). Jalanan, gang-gang di sela tenda-tenda darurat, dan taman bermain anak di lokasi yang telah dihuni penyintas selama lebih dari 1,5 tahun itu tidak luput dari penyemprotan.

Menurut Pemimpin Tim Penyemprotan dari damkar Palu, Agung Tri Prasetiyawan, lokasi pengungsian, Huntara, dan Huntap menjadi fokus pencegahan virus Corona Covid-19 oleh pihaknya. Ini karena tingkat kerentanan yang tinggi terhadap penyebaran virus-virus dan sumber penyakit di lokasi-lokasi itu.

"Sangat rentan. Apalagi hunian atau tenda-tenda darurat yang ditempati penyintas ini saling berdekatan," ujar Agung yang juga menjabat Kasi Inspeksi dan Penindakan Damkar Palu di lokasi penyemprotan, Rabu (1/4/2020).

Selain di shelter pengungsian Balaroa, 5 titik hunian penyintas gempa Palu lainnya baik yang sementara maupun tetap rencananya juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan. Kelima titik itu yakni di Kelurahan Tondo, Pantoloan, Duyu, Petobo, dan Tawaeli.

"Ini atas perintah langsung Wali Kota Palu untuk fokus di hunian penyintas. Kalau di jalanan dan lokasi lain untuk sementara ada tim juga dari Polda Sulteng," Agus menambahkan.

Bagi penyintas yang menghuni tenda darurat di Kelurahan Balaroa, Palu Barat, penyemprotan disinfektan tersebut sudah lama ditunggu oleh mereka. Selain karena ketakutan akan penyebaran virus, juga karena ketidakmampuan mereka mendapatkan alat maupun produk kebersihan.

"Alhamdulillah lokasi ini dapat penyemprotan juga. Kondisi kami masih seperti ini, cari uang saja masih susah. Sekarang ada virus Corona. Kami juga khawatir," ujar Ahmad kepada Liputan6.com di tenda daruratnya.

2 dari 2 halaman

Simak video menarik berikut ini: