Sukses

Seorang Tenaga Medis di Medan Positif Corona COVID-19

Liputan6.com, Medan Seorang tenaga medis di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-10. Hasil positif terhadap petugas medis tersebut diketahui berdasarkan rapid test atau metode skrining awal.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, tenaga medis tersebut berjenis kelamin perempuan.

"Hasil rapid test, perawat berjenis kelamin perempuan ini positif virus Corona COVID-19," kata Aris, Rabu (1/4/2020).

Tenaga medis tersebut diduga terpapar virus Corona COVID-19 dari seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sempat menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit (RS) Bunda Thamrin, Jalan Sei Batanghari, Medan Sunggal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan melalui rapid test, seorang PDP yang telah meninggal dunia pada Selasa, 31 Maret 2020, juga dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19. PDP itu diketahui pegawai honorer di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut.

"Bisa jadi terpapar dari PDP kemarin," ujarnya.

Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona COVID-19, pihak Dinas Kesehatan melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan PDP yang telah meninggal dunia dan tenaga medis tersebut.

"Sudah masuk ke kita (daftarnya). Saat ini sedang kita tracing. Sejauh ini masih satu perawat yang positif COVID-19 hasil rapid test," Aris menerangkan.

 

2 dari 3 halaman

PDP Meninggal Dunia

Sebelumnya seorang PDP terkait virus Corona COVID-19 di Kota Medan meninggal dunia. Pasien tersebut meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di ruang isolasi RS Bunda Thamrin, Jalan Sei Batanghari, Medan Sunggal.

PDP yang meninggal dunia tersebut merupakan seorang pegawai honorer di BNNP Sumut berinisial MHC (35). Hasil rapid test atau metode skrining awal terhadap pasien menunjukkan posisitf virus Corona COVID-19.

Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah membenarkan adanya seorang PDP meninggal di RS Bunda Thamrin. Aris juga membenarkan hasil pemeriksaan melalui rapid test terhadap PDP tersebut positif COVID-19.

"Rapid test positif. Tapi memang, swab laboratorium belum ada. Biasanya, bila merunut rapid test positif, hasil serupa akan ditemui berdasarkan pemeriksaan swab laboratorium," kata Aris, Selasa, 31 Maret 2020.

Mengenai riwayat perjalanan PDP yang meninggal dunia tersebut, diketahui sama sekali tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah. Aris menduga, korban telah terpapar virus Corona COVID-19 di Kota Medan.

"Pasien awalnya sehat. Lalu memiliki keluhan demam dan sesak, sehingga koma di RS Bunda Thamrin, 27 Maret 2020. Setelah 4 hari dirawat, meninggal dunia," terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut: