Sukses

Imbas Virus Corona, 3 Perguruan Tinggi di Purwokerto Gelar Kuliah Online

Liputan6.com, Purwokerto - Tiga perguruan tinggi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas menjalankan kuliah daring atau kuliah online untuk mahasiswanya untuk mengantisipasi menyebarnya virus Corona.

Tiga PT tersebut yakni Unversitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.

Rektor Unsoed, Prof Suwarto mengeluarkan Surat Edaran Nomor 184 tahun 2020 Tentang Kesiapsiagaan dan Tindakan Antisipasi Pencegahan Penyebaran Infeksi virus Corona atau COVID-19 di Lingkungan Unsoed, tertanggal, 13 Maret 2020. Di surat edaran tersebut belajar mengajar dilakukan secara daring dimulai dari Senin, 16 Maret 2020.

Jika membutuhkan persiapan lebih lanjut, kuliah online selambat-lambatnya dilakukan mulai Senin, 23 Maret 2020. Perkuliahan jarak jauh itu dilaksanakan sampai berakhirnya semester genap 2019/2020.

"Secara teknis kegiatan belajar mengajar secara daring ini dapat dilakukan melalui eldiru (e-learning Jenderal Soedirman University) dimana dosen dapat membuat kelas, mengunggah materi, membuat quis, mengunggah video, dan melakukan aktivitas pembelajaran secara daring," ujar Prof Suwarto melalui keterangan tertulis, Minggu 15 Maret 2020.

Sedangkan untuk praktik laboratorium, klinik, dan industri tetap dilaksanakan. Hanya saja, lokasi belajar harus menerapkan upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19.

Rektor juga melarang kegiatan penelitian dan pengabdian yang melibatkan massa banyak. Dia menginstruksikan agar pengumpulan dan aktivitas bersama masyarakat disertai kewaspadaan dan pencegahan infeksi virus Corona.

"Dengan adanya surat edaran ini, semua kegiatan yang menimbulkan terjadinya kerumunan dan kegiatan ke luar negeri juga akan ditunda dan dijadwal ulang," katanya.

2 dari 3 halaman

Upaya UMP Perangi Covid-19

Wakil Rektor I UMP Bidang Akademik dan Kerjasama Jebul Suroso juga telah mengeluarkan surat resmi untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (e-learning). E-learning dilaksanakan mulai Senin, 16 Maret 2020.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan aplikasi on class. Sedangkan Praktik laboratorium, klinik, industri dan lain sebagainya harus menerapkan upaya pencegahan.

"Kebijakan ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Rektor UMP terkait kewaspadaan dan pencegahan penyebaran infeksi virus Corona tertanggal 14 Maret 2020," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Jebul Suroso, Sabtu, 14 Maret 2020.

Selain itu, setiap civitas akademi yang baru pulang dari luar negeri diimbau melakukan cek kesehatan dan melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari. Kemudian, melarang perjalanan ke luar negeri dan mengurangi perjalanan di dalam negeri yang dirasa tidak penting.

Disamping itu, UMP telah menyelenggarakan beberapa kegiatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Antara lain, menggelar sosialisasi pencegahan penularan virus Covid-19 dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UMP.

Selanjutnya, membagikan masker gratis dan, menyediakan fasilitas cuci tangan, dan produksi hand saintizer oleh Fakultas Framasi. Dekan Fakultas Farmasi UMP, Didik Setiawan mengatakan hand sanitizer bakal disebar di seluruh kampus.

"Kebutuhan untuk membersihkan tangan itu penting, selain itu juga untuk seterilisasi lokasi-lokasi yang sering dipegang oleh tangan, misalnya handle pintu, keyboard computer, dan lain sebagainya," katanya.

3 dari 3 halaman

Kuliah Daring IAIN Purwokerta dan Wisuda Ditunda

Rektor IAIN Purwokerto, Moh. Roqib juga mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan Dini, Kesiapsiagaan, dan Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Covid-19 di lingkungan kampus. Surat tertanggal 14 Maret 2020 itu berisi tiga keputusan rektor.

Pertama, pelaksanaan Ujian Tengah Semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020 tanggal 16-23 Maret dilaksanakan secara on line atau take home. Kedua, Perkuliahan tatap muka 23–31 Maret 2020 ditiadakan.

Kuliah digantikan dengan perkuliahan daring menggunakan aplikasi google classroom ataupun aplikasi lainnya. Ketiga, pelaksanaan wisuda pada 28 Maret 2020 ditunda sampai situasi memungkinkan.

Mahasiswi IAIN Purwokerto, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Umi Uswatun Hasanah mengapresiasi langkah kampus dalam mengantisipasi virus Corona. Tetapi, dia merasa masih ada satu kendala untuk kuliah daring.

"Yang tatap muka aja kadang perlu waktu untuk paham dan musti dapat penjelasan detail dari dosen. Apalagi, di kelasku, dosen yang sudah menggunakan aplikasi seperti classroom sampai hari ini baru dua," katanya, Minggu 15 Maret 2020.

Lanjut Umi, dosen lain yang tidak menggunakan classroom berinisiatif menggunakan aplikasi perpesanan Whatsapp. Sementara untuk mata kuliah lainnya belum ada keterangan atau penjelasan lebih lanjut.

Simak video pilihan berikut ini: