Sukses

Perahu Terbalik, Turis Tewas saat Libur Tahun Baru di Pantai Konawe Utara

Liputan6.com, Konawe Utara - Tahun baru di Konawe Utara berubah menjadi duka. Sebuah perahu terbalik di Pantai Batam, Desa Mataiwoi Kecamatan Molawe, Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 14.30 Wita.

Korban diketahui bernama Salwiati (50), seorang ibu rumah tangga. Wanita ini, tewas tenggelam usai perahu bermesin tempel yang biasa digunakan pengunjung pantai berkeliling, miring karena kelebihan penumpang.

Diketahui, kondisi pantai sedang ramai dipenuhi pengunjung. Sebagian pengunjung memilih berenang, yang lain hanya duduk di tepi pantai.

Humas Kantor SAR Kendari, Wahyudi, dihubungi Liputan6.com mengatakan, korban awalnya menumpangi perahu yang disewakan untuk berputar di sepanjang pantai. Saat itu, korban bersama keluarganya lalu menumpangi perahu bermesin tempel.

Perahu terbalik yang berukuran kecil itu, memuat 14 orang penumpang. Semua yang naik diatas perahu, adalah rombongan keluarga yang berlibur tahun baru di Pantai Batam.

"Awalnya perahu membawa korban bersama penumpang lainnya termasuk nahkoda berputar-putar keliling di pantai," ujar Wahyudi.

Saat kejadian, kondisi laut tidak terlalu bergelombang. Namun, musibah itu datang ketika kapal hendak berbelok saat akan kembali kearah tempat semula.

"Disitu kapal miring ke laut, lalu penumpang panik. Korban yang ikut melompat ke laut tidak tahu berenang," ujar Wahyudi.

Saat kapal miring dan hampir terbalik, sejumlah penumpang di atas perahu berusaha melompat dan berenang menjauhi perahu terbalik. Di antara penumpang, ada satu orang anak-anak dan tiga orang dewasa yang nyaris tenggelam. beruntung, mereka bisa diselamatkan.

2 dari 2 halaman

Masalah Jangkar Kapal

 

Kapolsek Lasolo, Ipda Reginald menyatakan, setelah kejadian, warga langsung menolong. Korban Salwiati yang pertama ditolong.

"Korban tidak bisa dinaikan ke speed boat karena berat, sehingga korban hanya dipegang bagian kerah bajunya agar kepalanya tidak tenggelam," ujar Reginald.

"Setelah itu nahkoda kapal menolong satu orang lagi, dan dinaikan ke speed, sedangkan dua orang korban lain naik sendiri ke speed," katanya lagi.

Saat nakhoda akan bergerak untuk menolong korban lainnya, pada saat bersamaan personil Polair Pos Molawe juga sudah berada di lokasi dan mengevakuasi korban. Saat itu lah, nahkoda menaikan korban Salwiati ke Speed, pada saat itu korban sudah tidak sadar.

"Sempat badan korban dipompa, di mulut korban mengeluarkan air, setelah itu korban dibawa kerumah sakit, namun tak tertolong," jelas Reginald.

Selain satu korban tewas akibat perahu terbalik di Konawe Utara, ada lima orang penumpang yang sempat dirawat. Yakni, dua laki-laki dewasa yang nyaris kehabisan napas karena berusaha menyelamatkan anak-anak kecil.

Sejumlah saksi mata yang ada saat kejadian berhasil dimintai keterangan polisi. Nahkoda kapal bernama Juspian menyatakan, kapal tersebut dipakai hanya untuk liburan tahun baru.

"Sewanya, Rp5.000 sekali putaran," ujar Juspian di depan polisi.

Dia menjelaskan, setelah penumpang naik, kemudian speed berangkat. Saat hendak memutar balik, speed miring dan oleng. Melihat bibir kapal mulai miring, sebagian penumpang melompat ke laut.

"Saat saya hendak melakukan pertolongan, jangkar kapal ikut terjatuh ke laut itu yang bikin kapal berat," ujar Jaspian.

Untuk mengatasi itu, nahkoda melempar dua buah ban sebagai pelampung. Kemudian, dia dibantu tiga orang lainnya yang tidak melompat ke laut. Mereka pun menyelamatkan korban satu persatu sambil menunggu bantuan.

"Saat ini, kapal sudah diamankan di Pospol Polair, nahkoda sementara diperiksa," ujar Kapolsek.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

Loading