Nikmatnya Bontot, Kerupuk Khas dari Rengasdengklok

Kerupuk khas dari Rengasdengklok berasal dari limbah adonan

Diterbitkan 01 Januari 2020, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Karawang Berkunjung ke Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, perlu mencoba menikmati kelezatan bontot. makanan berbahan limbah sisa adonan kerupuk ikan itu dikenal sebagai oleh-oleh khas Rengasdengklok.

Tidak banyak orang tahu bahwa di Karawang terdapat sentra pabrik kerupuk udang yang menjadi cemilan khas dari Karawang dan sering digunakan sebagai pelengkap makan. Kerupuk udang Karawang yang diproduksi di daerah Rengasdengklok memiliki cita rasa yang unik karena kualitasnya yang maksimal dengan bahan baku udang segar. Mulanya pabrik yang didirikan hanya memproduksi kerupuk ikan, namun pada 2010, kerupuk bontot mulai berkembang.

Nama kerupuk bontot, memiliki arti anak bungsu dalam bahasa Sunda. Bontot dimaknai pada potongan paling akhir dari adonan kerupuk ikan di mesin pemotong kerupuk. Bagian ujung dari adonan kerupuk udang yang sudah dapat dipotong lagi. Makanan ringan khas Karawang ini berbeda dengan kerupuk udang lainnya karena kerupuk bontot sebenarnya adalah bahan baku setengah jadi untuk pembuatan kerupuk udang. 

Untuk mendapatkan seporsi bontot lada hitam, pelanggan tinggal merogoh kocek Rp 15 ribu. Ingin membeli Bontot mentah, pelanggan harus pergi ke Jalan Kalijaya, di Rengasdengklok. Sepanjang kawasan itu terdapat sejumlah pabrik kerupuk yang menjual bontot mentah.

Biasanya bontot dijual perkilo. Namun ada yang menjual perbatang. Seperti di pabrik bontot milik Ook. Untuk sebatang bontot, Ook memasang harga berbeda - beda. Ada yang Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, bahkan Rp 20 ribu perbatang.

Rasa dari bontot ini tentu bisa ditebak, sama legit dan gurihnya seperti kerupuk udang. Cemilan “bontot” khas Karawang ini tidak kalah enak dengan cemilan yang lain. Kerupuk bontot memiliki tekstur makanan yang agak sedikit kenyal dan tebal ketika dimakan. Tekstur kerupuk ini ketika sudah digoreng seperti cimol akan tetapi lebih tebal dan kenyal. 

 

Nadiyah Fitriyah / PNJ