Sukses

Kisah Faisal yang Takut Berenang Ketika Kapal Terbakar

Liputan6.com, Kendari - Setelah hilang 4 hari, satu korban hilang kapal terbakar di perairan Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe ditemukan tim Kantor SAR Kendari, Selasa (20/8/2019) sore. Setelah identifikasi 15 jam, terungkap jasad pria tersebut diketahui bernama Husain Faisal (23).

Dari keterangan ibu korban yang berhasil selamat dari insiden kapal terbakar, Juma (50), Faisal terlihat ragu melompat kedalam laut saat KM Izhar terbakar. Selain tak bisa berenang, ibunya mengungkapkan gejala down syndrom anaknya sejak masih kecil.

Mengenakan kaos oblong warna hitam dan jeans biru, Faisal ditemukan terapung di belakang rumah salah seorang warga di Desa Tapulaga. Jarak penemuan, sekitar 1 mil laut dari lokasi kapal terbakar.

Ternyata, baju kaos oblong yang dikenakan korban, milik saudara kembarnya. Saudaranya yang bernama Husain Fauzi, dengan cepat mengenali baju yang dikenakan korban.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Kendari, dr Mauluddin mengatakan, bukti lainnya berasal dari keterangan orang tua korban. Ibu korban kapal terbakar, Juma (50) mengenali korban dari pakaian dalam yang dikenakan.

"Ibunya mengaku menyiapkan sendiri pakaian dalam anaknya. Setelah kami cocokkan, memang sesuai," ujar dr Mauluddin.

Kepala Kantor SAR Kendari, Djunaidi mengatakan, dengan ditemukannya jasad Faisal, sudah ada 4 korban hilang yang ditemukan tim SAR Kendari. Semua korban berjenis kelamin laki-laki.

"Sehingga, sudah ada 11 korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi. Masih ada dua orang hilang lainnya yang belum ditemukan," ujar Djunaidi.

Hingga hari keempat, korban meninggal kapal terbakar di Konawe terus tertambah. Sudah ada 11 orang meninggal dunia, 2 hilang dan 74 orang selamat. Dua korban hilang berjenis kelamin perempuan diketahui bernama Iti (50) dan Nurlaila (40).

2 dari 2 halaman

Cerita Ibu Faisal

Juma (50), ibu Faisal menceritakan detik-detik anaknya menjadi korban KM Izhar yang terbakar. Kondisi kapal malam itu, penuh penumpang.

Saat kapal mulai berlayar dari Pelabuhan Kendari menuju Salabangka, banyak penumpang tertidur pulas. Tanpa alasan yang diketahuinya, jadwal berangkat kapal tertunda.

"Waktu saya sementara tidur dengan Faisal, tiba-tiba saya kaget waktu orang sudah lari-lari di dalam kapal, saya bangun langsung saya tarik Faisal," kisah Juma.

Hanya hitungan detik, dia dan Faisal sudah berada di buritan bersama banyak penumpang lainnya. Juma langsung melompat ke laut, setelah menyuruh anaknya melompat.

Namun, Faisal ternyata tidak ikut. Dia hanya berdiri di pinggir kapal, sambil terlihat ketakutan.

"Anak saya itu ternyata tak tahu berenang. Saya tunggu dia melompat tapi tak berani dia," kenangnya sambil menangis.

Saat melompat ke laut, Juma tak memiliki pelampung. Sempat dia nyaris kesulitan bernapas di dalam air setelah wajahnya tertutup jilbab besar yang dipakainya.

Juma melanjutkan, Faisal ternyata masih berusaha mencari tas pakaian saat api makin membesar. Saat itulah, dia melihat anaknya terakhir kali.

"Kemudian kapal terbakar itu meledak. Disitu saya lihat anak saya terakhir kali," katanya sambil menangis.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
245 Orang Selamat dari Kapal Feri Terbakar Filipina, Jumlah Manifes Ganjil
Artikel Selanjutnya
Perintah Aneh Syahbandar Kendari Sebelum Kapal Terbakar di Konawe