Sukses

Warga Garut Diimbau Tak Ikut Sidang Sengketa Pilpres ke Jakarta

Liputan6.com, Garut - Kepolisian resort Garut, Jawa Barat mengimbau masyarakat Garut tidak berangkat ke Jakarta, mengikuti jalannya sidang sengketa pilpres yang berlangsung di Mahkamah Konstusi (MK).

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, yang diakibatkan dari jalannya proses sidang gugatan itu, sebaiknya masyarakat Garut menahan diri tidak berangkat ke ibu kota.

"Memang sifatnya mengimbau, kan kita tidak tahu kalau ada sesuatu," ujarnya Jumat (14/6/2019).

Menurut Budi, proses sidang sengketa pilpres yang dilayangkan kubu Prabowo Subianto tengah berlangsung. Sehingga, seluruh pihak diharapkan bisa mengikuti jalannya sidang tersebut. "Kami menggugah anak bangsa jangan ada lagi egosentris, mari jaga sinergitas," kata dia.

Saat ini, kondisi masyarakat Garut pasca pemilu dalam keadaan aman, tenteram, dan nyaman, sehingga butuh kerja sama semua lapisan masyarakat untuk menjaganya. "Aman-aman saja, saya yakin masyarakat tidak sudi jika ada sesuatu, makanya kita jaga bersama," ujar dia.

Budi menyatakan, keamanan negara tidak hanya berada di bawah koordinasi TNI-Polri semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. "Kalau semua diserahkan ke TNI-Polri ya tidak jalan, harus ada juga mereka (masyarakat)," ujarnya.

Untuk pengamanan sidang sengketa hasil pilpres di Garut, lembaganya bersama TNI, menerjunkan sekitar 700 personel yang disiagakan di seluruh perkotaan Kabupaten Garut.

"Kita pun bantu dengan patroli, kita sambangi tokoh masyarakat mengajak agar warga tetap tenang, nyaman, dan tenteram," kata dia.

Hal senada disampaikan Ketua KPU Garut Junaidin Basri. Dia mengimbau agar masyarakat mempercayai apapun keputusan MK dalam menjalankan sidang sengketa hasil pilpres tersebut.

"Ini kan baru pemeriksaan berkas, dari kami siap memberikan alat bukti jika dibutuhkan," kata dia.

 

 

2 dari 3 halaman

Imbauan MUI

Sementara itu, Ketua MUI KH Sirojul Munir mengajak seluruh masyarakat untuk berhusnul khatimah, dengan memercayai proses hukum sidang sengketa pilpres yang tengah berlangsung di MK tersebut.

"Saya meyakinkan masyarakat bahwa hakim-hakim yang diterjunkan benar-benar independen dalam menangani kasus itu," ujarnya.

Ia pun berharap dengan proses gugatan tersebut, masyarakat lebih tenang dan tetap menjaga persatuan dan ukhuwah antarumat. "Kita pun berharap semoga bisa menghasilkan keputusan yang tepat, dan putusannya bisa diterima semua pihak," ujarnya.

Untuk itu, lembaganya meminta agar masyarakat tetap menjalankan aktivitas biasa di Garut, dan tidak berangkat ke Jakarta. "Janganlah, percayakan saja pada tokoh-tokoh nasional yang berkompeten menangani hal tersebut dan diterima semua pihak," pinta dia.

Rencananya imbauan ini akan dikirim secara resmi ke seluruh ormas keagamaan yang tergabung di MUI, agar meminta jemaah tidak berangkat ke Jakarta mengikuti jalannya sidang gugatan di MK.

"Kami jelas sangat menolak tindakan-tindakan yang brutal anarki, Insya Allah jika imbauan ini didengar dan diikuti,  tidak ada hal-hal yang seperti tanggal 21-22 lalu," papar dia.

3 dari 3 halaman

Teks Khutbah Silaturahmi

Selain meminta ketua ormas untuk mengajak umatnya tidak berangkat ke Jakarta mengikuti jalannya sidang sengketa pilpres, lembaganya, ujar Ceng Munir panggilan akrab Sirojul Munir, telah menyiapkan teks khutbah dan siap disebar ke seluruh masjid dan halaqoh keagamaan. "Materinya untuk merajut kembali silaturahmi," kata dia.

Dengan ihtiar itu, seluruh pimpinan ormas bisa menyampaikan pesan damai, dan mengajak umatnya untuk mengedepankan tali silaturahmi. "Itu khutbah bisa dipakai Idulfitri, khutbah Jumat, termasuk kegiatan lainnya," kata dia.

Saat ini, kondisi masyarakat Garut dalam keadaan aman, tenteram, dan nyaman, jauh dari kesan anarkis yang berujung pada pertentangan.

"Kami pun mengucapkan terima kasih kepada Polres Garut yang telah melaksanakan operasi Ketupat Lodaya yang begitu sukses," papar dia.

Namun meskipun demikian, lembaganya tetap waspada dan siaga terhadap seluruh ancaman yang bisa menggugah kebencian di antara warga. "Pokoknya kita harus kompak siaga penuh, jangan sampai kecolongan, hingga terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan," dia menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading