Sukses

Cara Medan Zoo Mencegah Perkawinan Sedarah Harimau Sumatera

Liputan6.com, Medan - Medan Zoo akan melakukan pertukaran dua dari sembilan ekor Harimau Sumatera dengan pihak Kebun Binatang Ragunan. Hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae ditukar dengan tiga jenis hewan lainnya.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhairi mengatakan, Harimau Sumatera yang akan ditukar adalah anakan yang sudah cukup umur. Dua harimau akan ditukar dengan orangutan, burung pelikan, dan kapibara

"Karena jika setiap tahunnya ada pertambahan populasi harimau, kondisi kandang juga semakin padat. Kondisi di Medan Zoo belum menambah jumlah kandang," kata Putrama, Kamis 26 Juli 2018.

Alasan lain rencana pertukaran hewan adalah potensi perkawinan sedarah. Jika populasi harimau di Medan Zoo terus dibiarkan bertambah, potensi terjadi perkawinan sedarah antar harimau sangat tinggi.

"Bisa kawin dengan yang lain, karena kalau kawin sedarah potensi penyakitnya tinggi," jelasnya.

Selain melakukan pertukaran dengan Kebun Binatang Ragunan, tidak menutup kemungkinan pihak Medan Zoo akan menitipkan hewan ke pihak swasta, seperti yang pernah dilakukan ke PT. Galatta Lestarindo.

"Di sana ada sepasang harimau sumatera yang dititipkan. Alasan dititipkan karena ketiadaan kandang di sini," kata Putrama.

Terkait rencana pertukaran dua ekor Harimau Sumatera, pihak Medan Zoo saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, juga tinggal menunggu urusan administrasi.

Putrama juga mengatakan, pihaknya terus berupaya memperbaiki kualitas dari Medan Zoo. Dia tidak menampik masalah dana menjadi kendala karena tidak ada penyertaan modal dari pemerintah untuk membangun Medan Zoo.

"Jika dibandingkan Ragunan, banyak pembiayaan, APBD, masuk, karcis dan CSR. Kalau kita, APBD tidak masuk, dan CSR-nya juga skala kecil," ungkapnya.

 

2 dari 2 halaman

Kelahiran Bayi Harimau

Sebelumnya Harimau Benggala (Panthera tigris tigris) bernama Wesa melahirkan dua ekor anakan pada Kamis, 12 Juli 2018, sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua anak harimau dan induknya masih diletakan dalam kandang khusus.

"Kelahiran kedua harimau menambah jumlah satwa di Medan Zoo," ujar Putrama.

Dua Harimau Benggala yang lahir adalah buah perkawinan dari pejantan bernama Avatar dan betina, Wesa. Pihak Medan Zoo menunggu proses kelahiran anak harimau itu di dalam rahim selama 115 hari.

"Kita belum bisa mengidentifikasi jenis kelaminnya, karena kalau nanti anaknya dipegang manusia, dikhawatirkan induknya tidak mau menyusui anaknya lagi," jelasnya.

Pihak Medan Zoo juga belum memikirkan nama untuk kedua bayi harimau. Mereka masih akan urun rembug terkait pemberian nama. Terkaiy kelahiran dua anakan, jumlah harimau benggala di Medan Zoo bertambah menjadi tujuh ekor.

Kedua Harimau Benggala yang baru lahir diperkirakan berbobot 1 kilogram. Dari hasil dokumentasi Medan Zoo, keduanya memiliki warna yang berbeda, kuning dan putih. Dengan adanya kelahiran Harimau Benggala dan Harimau Sumatera nantinya, artinya ada penambahan populasi harimau setiap tahunnya.

"Hal ini sekaligus menepis tudingan kalau harimau di Medan Zoo tidak sehat, tidak terawat dan kurus-kurus," ujarnya.

Dokter Hewan Medan Zoo, Drh. Sucitrawan menyebut, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada dua anak Harimau Benggala yang baru lahi. Pihaknya ingin kedua harimau berkembang secara alami. Biasanya seekor Harimau Benggala dewasa menghabiskan 6 Kilogram daging segar per hari.

"Untuk Wesa yang baru melahirkan, kita menambah daging sebanyak 2 Kilogram dan vitamin. Tambahan makanan dan vitamin, karena dia menyusui," ungkapnya.

Setelah kelahiran dua ekor Harimau Benggala, Medan Zoo juga sedang menanti kelahiran anak harimau sumatra dari induk bernama Si Manis. Diperkirakan Si Manis akan melahirkan dalam waktu dekat, sebab sudah mengandung sekitar 115 hari.