Sukses

Berebut Bubur Sup untuk Berbuka Puasa di Masjid Raya Al-Mashun Medan

Liputan6.com, Medan - Bagi Anda yang sedang berada atau berencana berkunjung ke Kota Medan, Sumatera Utara, pada saat bulan Ramadan seperti ini, jangan lupa untuk berkunjung ke Masjid Raya Al-Mashun yang berada di Jalan Sisingamangaraja.

Di masjid yang dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 ini, Anda dapat menikmati menu khas berbuka puasa, yaitu bubur sup. Dalam setiap harinya, bubur sup khas Masjid Raya Al-Mashun ini menjadi rebutan orang-orang sebagai santapan berbuka puasa.

Pengurus Masjid Raya Al-Mashun, Muhammad Hamdan mengatakan, disediakannya bubur sup bagi masyarakat umum untuk berbuka puasa selama bulan suci Ramadan, telah berlangsung sejak 60 tahun lalu hingga saat ini.

"Di Masjid Raya Al-Mashun ini, bubur sup sudah menjadi ciri khas saat Ramadan," Hamdan, Sabtu, 19 Mei 2018.

Dia menjelaskan, yang membuat banyak masyarakat menyukai bubur sup di masjid kebanggaan orang Medan itu, yakni cita rasa yang enak dan segar, sehingga sangat cocok dijadikan menu saat berbuka puasa.

"Bubur sup di sini dibuat menggunakan beras yang dicampur dengan daging sapi. Ditambah beberapa jenis sayuran seperti kentang dan wortel, juga ditambah santan," jelasnya.

Hamdan menyebut, adanya campuran santan yang menjadikan bubur sup di Masjid Raya Al-Mashun berbeda dan juga spesial dari bubur sup di tempat lain. Bagi masyarakat yang ingin mencoba, pihak masjid tidak mematok biaya sepeser pun.

"Kalau mau, datang agak cepat. Soalnya gratis, banyak yang mau, sampai berebut," sebutnya.

Seorang juru masak bubur sup di Masjid Raya Al-Mashun, Darlis mengungkapkan, setiap harinya, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, disediakan sekitar 800 porsi bubur sup untuk dibagikan kepada masyarakat.

"Namun tahun ini ditambah menjadi lebih dari 1.000 porsi, karena melihat banyaknya masyarakat yang ingin berbuka puasa dan merasakan bubur sup ini," ujarnya.

Darlis menerangkan, tradisi memasak bubur sup di Masjid Raya Al-Mashun sebenarnya sudah ada sejak zaman kesultanan dahulu. Namun, saat itu jumlah bubur sup yang dimasak tidak sebanyak saat ini.

"Setiap tahun jumlahnya selalu meningkat, dan terus diperbanyak, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa merasakan dan mencicipi bubur sup ini," Darlis menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Travel Blogger Ini Ungkap 4 Jurus Tetap Fit Traveling di Bulan Puasa
Artikel Selanjutnya
Lirik Lagu Give Thanks to Allah dari Zain Bhikha