Sukses

Top 3 Regional Hari Ini: Bayi Tampan Dibuang Asal Kupang Cari Ibu

Liputan6.com, Kupang - Top 3 berita hari ini, Lanud El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat dihebohkan dengan penemuan seorang bayi oleh calon penumpang pesawat yang hendak menuju bandara.

Saat ditemukan bayi berjenis kelamin laki-laki itu tergeletak di semak-semak di belakang Pos POM AU Lanud El Tari, Kupang, pada Selasa, 10 Oktober 2017. Saat ditemukan, bayi berkaus putih itu terbungkus kain berwarna hijau.

Kini, kondisi bayi itu dalam keadaan sehat dan tengah dalam pengawasan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang. Setelah 30 hari, rencananya Dinsos akan membuka kesempatan bagi warga yang ingin mengadopsinya.

Sementara itu, acara ngunduh mantu putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, di Medan, Sumatera Utara berjalan lancar. Kahiyang kini telah resmi menyandang marga Boru Siregar di belakang namanya.

Undangan ngunduh mantu Kahiyang-Bobby juga tak kalah menyita perhatian. Selain memiliki barcode, undangan juga didesain dengan ornamen ulos yang sangat spesial. Sebab merupakan peninggalan almarhum ayah Bobby, Erwin Nasution.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:  

1. Apa Kabar Bayi Tampan yang Dibuang ke Semak-Semak Lanud Kupang?

Pembuang bayi lelaki tampan yang dibuang ke semak-semak kawasan Lanud El Tari Kupang itu masih juga belum ditemukan. (Liputan6.com/Ola Keda)

Masih ingat dengan bayi laki-laki yang ditemukan di semak-semak persis di belakang Pos POM AU Lanud El Tari, Kupang, pada Selasa, 10 Oktober lalu?

Setelah sebulan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly, Kupang, bayi berparas rupawan itu diserahkan pihak kepolisian ke Dinas Soaial Kota Kupang.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Felisberto Amaral mengatakan, bayi yang diserahkan tersebut akan diasuh oleh negara. Selanjutnya, Dinas Sosial akan membuka kesempatan bagi warga untuk mengadopsinya dalam kurun waktu 30 hari.

Selengkapnya... 

2. Jejak Ayah Bobby pada Undangan Ngunduh Mantu Putri Jokowi

Proses pembuatan undangan ngunduh mantu putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu-Bobby, melewati lima kali revisi. (Liputan6.con/Reza Efendi)

Pihak panitia sesi undangan acara ngunduh mantu putri Presiden Jokowi di Kota Medan, Sumatera Utara, telah menyebar sekitar 2.500 undangan kepada tamu yang akan hadir pada prosesi adat, yaitu 25-24 November, dan acara puncak pada 26 November 2017 mendatang.

Selain memiliki barcode, undangan juga didesain dengan ornamen ulos yang sangat spesial. Sebab, ulos tersebut merupakan peninggalan almarhum ayah Bobby, Erwin Nasution.

Oky, pemlik Inti Grafika mengungkapkan, semua isi undangan acara adat menggunakan bahasa Mandailing. Undangan adat berbahan kertas hard cover.

Dibutuhkan waktu lima bulan bagi pihak percetakan untuk menyelesaikan pesanan undangan. Meski terkesan rumit, Oky bersyukur bisa dipercaya membuat undangan untuk menantu Presiden Jokowi.

Selengkapnya...

3. Sosok Wanita Pembuat Pelaminan Ngunduh Mantu Kahiyang Ayu-Bobby

Ada tiga pelaminan yang disiapkan untuk perhelatan ngunduh mantu Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Sebuah pelaminan yang menggunakan ornamen khas Mandailing disiapkan untuk perhelatan ngunduh mantu Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Medan, Sumatera Utara. Adalah Nurnaningsih, seorang wanita berdarah Aceh yang mendesain pelaminan tersebut.

Nurnaningsih mengungkapkan, ada tiga pelaminan adat yang harus didekorasi pada rangkaian adat Kahiyang-Bobby. Mulai dari acara Haroan Boru atau menyambut menantu, pemberian marga, hingga penabuhan gordang sembilan. Pelaminan adat untuk Kahiyang Ayu-Bobby merupakan pelaminan adat Mandailing asli tanpa adanya modifikasi.

"Sangat terharu diberi kepercayaan. Terutama ibunda Bobby, Ade Hanifah Siregar, saya merupakan teman satu pengajian," kata wanita kelahiran 18 Maret 1963 itu.

Ia mengaku bukan pertama kali mengurusi pernikahan di keluarga Bobby. Ternyata, dia pernah dipercaya mengerjakan pesta pernikahan kakak kandung Bobby, Poppy Dewinta Nasution, pada 2015 lalu.

Selengkapnya...

Saksikan video pilihan di bawah ini: