Sukses

Kalteng Belum Cabut Status Darurat Kebakaran Hutan

Liputan6.com, Palangka Raya - Dari data Badan Badan Pengendalian Rencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) dalam dua bulan terakhir, September dan Oktober 2017, luas areal hutan yang terbakar di Kalimantan Tengah, mencapai 981,754 hektare (Ha). Pada bulan-bulan tersebut, wilayah Kalteng mengalami kekeringan akibat musim kemarau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBPK, Darliansyah, menyebutkan dari areal yang terbakar itu, lahan terbanyak di Kabupaten Pulang Pisau, yaitu 375,54 hektare. Sementara, lahan yang terbakar di Kapuas mencapai 194,40 hektare.

"Hari ini (Minggu, 8 Oktober 2017) semua sudah kita padamkan. Terakhir tadi pagi, lahan seluas dua hektare di Kabupaten Seruyan, berhasil kita padamkan dengan helikopter waterboombing yang diterbangkan dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat," ujar Darliansyah kepada wartawan di Palangka Raya, Minggu, 8 Oktober 2017.

Darliansyah merinci luas areal hutan yang terbakar di Kabupaten Pulang Pisau, pada September mencapai 262,59 hektare dan turun menjadi 113 hektare pada bulan Oktober. Sementara untuk Kabupaten Kapuas mencapai 117,40 hektare, pada September dan turun menjadi 77 hektare pada Oktober.

Menurut dia, walaupun saat ini semua kebakaran hutan dan lahan sudah berhasil dipadamkan, tetapi pemberlakuan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan lahan di Kalteng yang dimulai 1 Agustus masih belum dicabut. Status darurat ini ditetapkan berakhir pada 14 Oktober mendatang.

"Jumat depan (13 Oktober 2017) seiring dengan akan berakhirnya pemberlakuan status Siaga Darurat itu kita akan melakukan rapat evaluasi yang melibatkan semua pihak guna menentukan apakah status ini diteruskan atau dihentikan," Darliansyah menjelaskan.

Sekadar informasi, dari data BPBPK Kalteng, sejak Januari hingga Oktober 2017 total lahan terbakar mencapai 1151,02 hektare dengan jumlah terbanyak terjadi pada September, yakni 734,254 hektare dan kemudian turun pada Oktober menjadi 197,5 hektare.

 Simak video pilihan berikut ini:

Loading