Sukses

Daki Gunung Agung Hanya Pakai GPS, 3 Remaja Jerman Masuk Jurang

Liputan6.com, Denpasar - Tiga remaja asal Jerman terjatuh ke dalam jurang saat mendaki Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Ketiganya dikabarkan hilang pada pukul 02.00 Wita, Kamis dini hari, 3 Agustus 2017, dan baru bisa dievakuasi pada sore harinya.

Koordinator Lapangan Operasi SAR I Wayan Edi Wiranatha menyebutkan, identitas ketiga remaja itu adalah Terge Zense (17/P), Ricet Sremaem (19/L) dan Fransiskus Bermaum (19/L). Mereka terpeleset dan jatuh ke dalam jurang sedalam 15 meter lebih.

Menurut Edi, ketiga remaja itu mendaki Gunung Agung melalui jalur Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari tadi. Meski ini pendakian perdana, mereka tak menggunakan jasa pemandu. Padahal, cuaca di lokasi sedang tak bersahabat.

Kabut tebal dan hujan turun menemani pendakian mereka. Dalam perjalanan, mereka kemudian tercebur ke dalam jurang. Beruntung, nyawa mereka terselamatkan.

"Memang cuaca di atas kurang bersahabat, kabut tebal dan terjadi hujan, sehingga jarak pandang terbatas. Itu cukup menyulitkan kami untuk melakukan evakuasi," kata Edi, Kamis, 3 Agustus 2017.

Butuh waktu tiga jam bagi tim SAR untuk mendaki Gunung Agung menuju lokasi jatuhnya pada remaja Jerman. Saat ditemukan, semua korban dalam kondisi sadar.

"Korban kita temukan di ketinggian 2843 mdpl dengan kondisi luka di bagian kepala dan luka robek pada bagian tangan dan kakinya," kata dia.

Sebelumnya, ketiga korban enggan menggunakan jasa pemandu lantaran lebih mengandalkan GPS. "Mereka tidak mau pakai jasa pemandu, katanya sudah membawa GPS," ucap I Ketut Dana, saksi pemandu pendakian yang pertama kali menemukan korban di dasar jurang.

Saat ini, ketiga remaja asal Jerman itu telah dievakuasi RS Bali Med Karangasem untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saksikan video menarik di bawah ini: