Sukses

Dentuman Keras Terdengar Sebelum Jalur Kuningan - Cirebon Ambles

Liputan6.com, Cirebon - Jalan utama Kabupaten Kuningan ke Cirebon yang berada di Desa Waled Asem, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, longsor dan ambles pada Minggu sore, 23 April 2017. Kejadian tersebut disebabkan karena beban jalan yang terlalu berat dan volume air yang mengalami peningkatan. Selain itu, tanah di sekitar dataran sungai kawasan Bukit Azimut labil.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, jalan yang berada di kawasan Bukit Azimut tersebut ambles mencapai 60 meter dengan lebar 8,5 meter dan ketinggian empat meter.

"Awalnya hanya beberapa meter saja, namun sekarang sudah bertambah melebar lima meter di bahu jalan yang mengalami longsor dan sekarang pun masih bergerak belum stabil tanahnya," ucap Dedy, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Senin (24/4/2017).

Namun, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa ataupun bangunan yang tertimbun longsor. Hanya saja, longsor tersebut mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalur tersebut.

Sejauh ini, polisi masih berjaga dan mengatur kelancaran lalu lintas dengan memberlakukan satu jalur. Sementara, sejumlah petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Barat masih mendata dan menyelidiki lebih dalam mengenai penyebab longsornya akses jalan utama itu.

Salah seorang warga sekitar, Hamid mengaku kondisi jalan dan alam yang ada di kawasan Bukit Azimut memang sudah mengkhawatirkan. Hujan yang tidak bisa diprediksi menyebabkan volume air tinggi hingga naik ke atas jalan.

Jalan utama Kabupaten Kuningan ke Cirebon di Desa Waled Asem, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, longsor pada Minggu (22/4/2017) sore. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

"Untungnya tidak ada korban jiwa atau rumah warga tertimbun longsor. Kalau kami sih bersyukurnya begitu," sebut Hamid.

Dia mengungkapkan, sebelum longsor terdengar dentuman keras yang membuat warga sempat panik. Tak lama setelah suara dentuman terdengar, penahan air yang berada di sekitar bahu jalan mulai ambles.

"Suara dentuman yang saya dengar ada tiga kali. Setelah itu, penahan air mulai longsor dan air mulai keluar ke jalan. Saya dibantu warga sekitar juga langsung turun memperingati pengendara agar jangan lewat dulu," ujar warga Cirebon tersebut.