Sukses

3 Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Alas Roban Teridentifikasi

Liputan6.com, Semarang - Data korbanĀ kecelakaan maut antara bus Kramat Jati dengan truk tangki bermuatan amoniak masih simpang siur. Dari enam korban meninggal di lokasi kejadian, tiga diantaranya teridentifikasi dan puluhan korban luka dirawat di Rumah Sakit Islam Weleri, Kendal.

Humas RS Islam Waleri kabupaten Kendal, Farid Hermawan melalui sambungan telepon menyebutkan ada 4 korban tewas dan puluhan lainnya dirawat.

"Cukup kaget karena jumlahnya banyak. Saat ini korban mayoritas masih berada di UGD. Sedangkan empat korban sudah kami rawat di kamar jenasah," kata Farid, Minggu (17/7/2016).

Korban tewas tercatat atas nama Kasmin (31) warga Kecamatan Karangrayung, Muh Ali Mustofa (26) warga Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati dan Eni Novitasari (27) warga Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Sementara itu salah satu dokter jaga di Rumah Sakit Islam Weleri Kendal, Hartanti, menjelaskan pihaknya menangani 44 korban. Empat diantaranya sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di RS.

"Ada 44 korban diantaranya empat korban meninggal dunia, rawat inap 16 orang, dan 24 orang rawat jalan," kata dokter Hartanti.

Mayoritas korban luka mendapatkan luka di kepala. Sesuai prosedur medis, cedera ini akan terus dimonitor dan dievaluasi.

"Ada juga yang hanya luka-luka ringan. Ada pula yang patah tulang. Yang saya ingat, ada dua yang kritis karena luka di bagian abdomen (perut-red)," kata dokter Hartanti.

Beberapa korban yang parah dan butuh perawatan khusus, akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya.

"Nanti kalau yang kritis sudah stabil, akan kita kirim ke rumah sakit lain," kata dia.

Sementara itu, kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jateng, AKBP Pungky B Santoso menyebutkan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Namun berdasar laporan yang masuk, truk tangki bermuatan amoniak itu ditabrak dari arah belakang.

"Informasi yang kami terima enam korban meninggal di lokasi kejadian. Kita tunggu saja data yang valid. Semua masih dalam penanganan polisi," kata Pungky B Santoso.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS