Sukses

Ketegaran Remaja Cerdas Penderita Leukemia Jalani Ujian Nasional

Liputan6.com, Semarang - Kemarin merupakan hari ketiga Ahmad Alfian, warga Desa Singorejo RT 2 RW 2, Kota Demak, mengikuti ujian nasional (UN). Antusiasme dan semangat terpancar dari wajah pucatnya. Siswa SMA PGRI Demak itu optimistis melewati ujian akhir meski fisiknya digerogoti leukemia.

Ia bangun sejak subuh. Setelah menunaikan salat, ia kembali membolak-balik materi pelajaran yang akan diujiankan. Beberapa saat kemudian, Alfian berangkat ke sekolah diantar Suwondo, ayahnya, dan Wagiah, ibunya, dengan mengendarai becak. Kendaraan itu pula yang menjadi sumber nafkah bagi keluarga tersebut.

Sesampainya di sekolah, Ahmad yang dituntun Wagiah langsung menuju ruang ujian. Tidak berapa lama, ia kembali dipapah sang ibu didampingi petugas pengawas menuju ruang UKS. Ia perlu istirahat karena kondisi badannya mulai menurun.

Ia tak hendak tidur tetapi hanya memindahkan tempat ujian ke ruang UKS yang lebih leluasa. Kartu tanda peserta ujian bernomor 27-216-002-7 tergeletak di sampingnya. Sementara, seorang pengawas mengawasinya sambil membantunya membacakan dan mengeblok jawaban soal-soal UN.

"Mungkin karena kelelahan, pandangan mata saya mulai kabur," kata Ahmad yang bercita-cita menjadi TNI itu, Rabu, 6 April 2016.


Ahmad Alfian baru mengetahui mengidap leukemia dua bulan lalu. Awalnya, ia hanya merasa pusing. Lama-lama, ia merasa gampang lelah dan sering terengah-engah. Sebelum UN, ia sempat dirawat di RSUD Kalijogo Demak selama 11 hari dan pindah ke RS Kariadi Semarang selama enam hari.

Selama masa perawatan dan penyembuhan, sekolah berinisiatif mengirimkan guru ke rumahnya untuk memberi bimbingan, termasuk persiapan mengikuti UN. Ibunya dengan sabar menemani Ahmad menjalani persiapan.

"Agar tak ketinggalan pelajaran," kata Wagiah.

Ahmad Alfian yang bertubuh kurus itu tak banyak bicara. Setiap bicara nafasnya menjadi terengah-engah. Hal itu bisa dimengerti karena kadar oksigen yang diikat hemoglobin terus berkurang akibat diserang leukosit. Sistem kekebalan tubuhnya berbalik menyerang dan menganggap tubuhnya sebagai musuh.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA PGRI Demak,  Dewi Setyowati menuturkan bahwa sekolah menaruh harapan besar kepada Ahmad Alfian. Bukan berharap pada bagus tidaknya nilai UN, tapi lebih kepada semangatnya demi menginspirasi teman-temannya.

"Kita lihat semangatnya yang luar biasa. Kami sangat berharap perjuangannya bisa menular kepada teman-temannya, semangatnya yang pantang menyerah," kata Dewi kepada Liputan6.com, Kamis (7/4/2016).

Dalam statistik sekolah, Ahmad Alfian tergolong anak yang aktif dan kreatif sebelum dinyatakan sakit leukemia. Nilai yang diperolehnya juga tak pernah mengecewakan.

"Saat ini dia masih menjalani kemoterapi secara bertahap. Kami berharap Ahmad segera sembuh dan bisa beraktivitas secara normal kembali," kata Dewi.