Sukses

Jokowi Tetap Bangun Aceh dan Sumbar Meski Suara Saat Pilpres 2019 Kecil

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak membeda-bedakan wilayah.

Dia menegaskan, kendati Jokowi kembali kalah di Aceh dan Sumatera Barat, pembangunan akan terus dilanjutkan.

"Sumbar boleh jadi Pak Jokowi-Amin kalah, Aceh boleh jadi Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf kalah, tetapi percayalah, kebijakan pembangunan Pak Jokowi tidak akan membeda-bedakan," ujar Hasto saat syukuran kemenangan oleh Relawan Arus Baru Jokowi di Rumah Aspirasi, Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Dalam kesempatan itu, Hasto juga meminta relawan mengedepankan persatuan. Hal ini dinilainya sesuai dengan watak kepemimpinan Jokowi yang semangat merangkul.

"Kepada seluruh relawan khususnya Arus Bawah. Mari kita kedepankan bersama persaudaraan itu, mari kita kedepankan semangat merangkul," ucap dia.

Ketua Arus Bawah Jokowi, Michael Umbas turut meminta kepada relawan untuk terus berjuang. Sebab, pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih kukuh pihaknya menang berdasarkan hitungan internal.

"Kita hari ini berjuang adanya penyesatan informasi, bahwa kita belum menang seutuhnya. Tapi kebohongan yang diulang-ulang itu akan jatuh," tegasnya.

Acara syukuran dilaksanakan secara sederhana dengan pemotongan tumpeng. Hasto dan Umbas memberi tumpeng kepada office boy Rumah Aspirasi, kemudian mengucap doa untuk menutup acara tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Kalah Karena Isu Agama

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko mengakui perolehan suara Paslon 01 di wilayah basis pemilih Islam masih kalah jauh dari lawannya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Moeldoko menyebut Jokowi mendapat sedikit suara di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dibandingkan Prabowo.

Dia menduga, kekalahan Jokowi tersebut lantaran masyarakat di sana sudah terpengaruh isu agama yang dihembuskan sejak lama.

"Kenapa begitu mudah terpengaruh? Karena hembusan isu yang diwaspadai dari awal itu, itu memang luar biasa. Semburannya luar biasa," kata Moeldoko.

Ia mengaku mendapat penjelasan dari rekan-rekannya bahwa masyarakat Aceh sangat teguh pendirian apabila telah menyangkut masalah agama. Sehingga, mereka sulit untuk mengubah pilihan politiknya ke Jokowi.

"Aku dibilangin teman-teman di Aceh, mau ngomongin program sampai mampus juga enggak didengerin. Karena urusannya sudah agama," ujar Moeldoko.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Saran Ulama Terkait Waktu Pertemuan Jokowi dan Prabowo
Artikel Selanjutnya
5 Petugas KPPS di NTT Meninggal Dunia Akibat Kelelahan