Sukses

KPU Tepis Hoaks Surat Suara Terbakar di Kota Kinabalu Menangkan Prabowo

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membenarkan adanya insiden surat suara terbakar di Kota Kinabalu, Malaysia. Namun, dia membantah surat suara telah tercoblos sebelum kebakaran terjadi.

"Belum, itu masih dalam perjalanan," kata Arief di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Arief menjelaskan, surat suara untuk pemilih warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri memang sudah didistribusikan. Hal ini dikarenakan waktu mencoblos bagi mereka lebih awal, atau early vote.

Sesuai dengan SK KPU untuk pemilih WNI, di luar negeri, rentang waktu disediakan mulai dari 8 April sampai dengan 14 April 2019. Namun, untuk penghitungan suara, semua tetap dilakukan serentak 17 April 2019.

"Jadi tidak ada surat suara di luar negeri yang sudah dihitung," tegas Arief.

Pernyataan ketua KPU RI ini jelas membantah kabar beredar soal surat suara terbakar di Kota Kinabalu yang disebut dimenangkan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto. Arief juga menegaskan siap mengganti surat suara terbakar itu.

"Jelas itu hoaks. Sudah parah hoaks menyerang KPU. Nanti akan ada penggantian yang membuat logistik rusak terganggu, tak dapat dipakai. Akan kita penuhi lagi," tutur Arief.

2 dari 3 halaman

Untuk WNI di Perkebunan Sawit

Berdasarkan informasi Panitia Pemilu Luar Negeri Kota Kinabalu, terbakarnya tiga kotak suara keliling terjadi pada Minggu 7 April 2019 pukul 15.00 sore, waktu setempat.

Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Kota Kinabalu menerima laporan sebuah kendaraan sewa mereka terbakar dalam perjalanan pendistribusian ke WNI yang berdomisili di perkebunan Sawit di Sandakan dan Kinabatangan.

Diketahui, rangkaian pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Kinabalu memang sudah dilakukan. Prosesnya dimulai dari distribusi kotak dan surat suara, hingga waktu pencoblosan dijadwalkan pada 8 April 2019. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini 

Loading
Artikel Selanjutnya
Cegah Peretasan, Fadli Zon Usul Server KPU Dimatikan dan Hitung Suara Manual
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Kontroversi 3.500 Pemilih dengan Gangguan Jiwa di Pemilu 2019, Aturannya?