Sukses

Golkar Siapkan Sanksi untuk 2 Kadernya yang Dukung Prabowo-Sandiaga

Liputan6.com, Jakarta - Partai Golkar menyiapkan sanksi untuk dua calon anggota legislatif yang menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandiaga. Dua caleg bernama Cepi Risma dan Fadhly itu saat ini masih berproses di Majelis Etik Partai Golkar. Keduanya kompak mangkir dari panggilan pertama pada Kamis lalu.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, bagi kader yang melanggar keputusan partai sudah pasti akan ada tindakan.

"Kalau itu sedang berproses, sanski sudah pasti. Mereka yang melanggar keputusan Rapimnas, Munas tentu akan diambil tindakan oleh partai," kata Airlangga di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/9/2018).

Saat ditanyakan bagaimana bentuk sanksi yang bakal diberikan, Airlangga hanya menjawab singkat. "To be continue," ucapnya.

Selain itu, Menteri Perindustrian itu menegaskan apa yang dilakukan dua kadernya itu tidak menggambarkan sikap resmi Partai Golkar. Airlangga menegaskan saat ini Golkar sudah berkampanye untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kita tetap seperti tadi disampaikan, Partai Golkar adalah partai pertama yang mendukung Jokowi dan itu baik dalam Rapimnas maupun Munas. kemudian Partai Golkar pula yang sudah on air di media dukung Jokowi dan sudah berkampanye untuk itu," tegasnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Gerakkan Mesin Politik

Sementara itu, Partai Golkar mengungkap strategi pemenangan yang akan dimainkan untuk pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, sekaligus Pemilu 2019.

Wakorbid Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, partai beringin itu akan memenangkan Jokowi di daerah yang pada 2014 lalu kalah. Daerah tersebut menjadi basis suara Golkar pada Pemilu 2014.

"Golkar akan mengoptimalkan kemenangan di basis Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan NTB," ungkap Bamsoet di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Golkar bakal gencar menggerakkan mesin-mesin politik di sana. Selain untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf, diharapkan bakal mendapatkan limpahan suara efek ekor jas (coattail effect). Para caleg di daerah tersebut bisa memainkan isu keberhasilan Presiden Jokowi, mulai dari pembangunan infrastruktur, keberhasilan penyelenggaraan Asian Games 2018, sampai akuisisi saham Freeport 51 persen.

"Sebagai petahana yang memiliki kesempatan luas bertemu masyarakat dapat memberdayakan program-program, kita dapat mendompleng program yang dilakukan Pak Jokowi, ini modal besar kita minimal mempertahankan satu kursi," jelas Bamsoet.

Dia menambahkan, kalau bisa mempertahankan suara di daerah basis kemenangan Pemilu 2014, diyakini pada 2019 mendatang setidaknya Golkar bisa mendulang suara minimal 14 persen. Golkar menargetkan 110 kursi DPR pada 2019 mendatang.

"Kalau kita 110 kita mengalahkan PDIP, ini yang harus kita manfaatkan waktu sebaik-sebaiknya," tandas Bamsoet.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Artikel Selanjutnya
Ma'ruf Amin: Wajib Hukumnya Hapus Kesenjangan di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Prabowo-Sandi Targetkan 60 Persen Suara di Jawa Tengah