Sukses

Wakil Wali Kota dan Putra Risma Diusung PDIP di Pilkada Surabaya 2020?

Liputan6.com, Jakarta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga hari ini belum memutuskan nama untuk diusung dalam Pilkada Surabaya 2020.

Sedangkan, salah satu bakal calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin sudah mendapatkan 8 rekomendasi dari partai politik. Yakni PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, PAN, Gerindra, dan PKS.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim Deni Wicaksono mengatakan, sejauh ini nama-nama yang terdaftar masih berperluang. Di mana salah satu nama yang dijaring partai berlambang banteng bermoncong itu, yakni Whisnu Sakti Buana, Wakil Wali Kota Surabaya sekarang.

"Dari dulu kan sudah, nama-nama yang mendaftar," kata Deni kepada Liputan6.com, Sabtu (15/8/2020).

Saat ditegaskan, apakah nama itu mengerucut ke Whisnu yang sebagai calon Wali Kota Surabaya, dan wakilnya yakni putra dari Tri Rismaharini, Fuad Bernardi, dia menuturkan, sampai sekarang belum keluar rekomendasi dari DPP PDIP.

Diketahui, putra Wali Kota Surabaya Risma, Fuad memang tak masuk ke dalam penjaringan di tingkat DPC. Namun, yang bersangkutan juga merupakan kader DPC PDIP Kota Surabaya.

"Saya belum dapat info atau surat pemberitahuan dari DPP," jelas Deni.

 

2 dari 3 halaman

Tunggu Momentum

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya selalu menantikan momentum politik yang tepat untuk mengumumkan para calon kepala daerah.

Maka itu, setelah pengumuman gelombang III pada hari ini dengan 75 pasangan calon, pengumuman gelombang IV akan menyusul termasuk untuk Pilwalkot Surabaya.

Hal itu disampaikan Hasto dalam rapat PDIP untuk pengumuman 75 pasangan calon (paslon) yang akan maju di pilkada serentak 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (11/8/2020).

Dalam pengumuman gelombang III dimana termasuk pasangan Bobby Nasution-Aulia Rahma di Pilwalkot Medan, PDIP melaksanakannya sejalan dengan jelang peringatan HUT kemerdekaan RI yang ke 75.

"Dengan semangat patriotisme dan diinspirasi oleh apa yang disampaikan oleh Bung Karno, ketika sebelum membacakan teks proklamasi, beliau menegaskan 'hanya bangsa yang berani yang meletakkan nasib bangsa dan nasib tanah air di tangan kita sendiri, akan berdiri dengan kuatnya," kata Hasto.

Dengan itu, diharapkan para calon kepala daerah bisa menyatukan diri dengan spirit kemerdekaan Indonesia. Bahwa perjuangan kemerdekaan itu tidak hanya mengandung semangat pembebasan dan cinta tanah air, tetapi juga semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat dan berdiri di atas kaki sendiri.

Karena momentum itu pula, di dalam pengumuman gelombang pertama pada 19 Februari, telah diumumkan 49 pasangan calon. Gelombang kedua pada 17 juli diumumkan 45 pasang calon, yang mengambil angka simbolik kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-45.

Lalu gelombang ketiga pada hari ini, pada 11 Agustus, 75 pasangan calon yang menunjukkan 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Adapun, untuk gelombang keempat, pihaknya akan mengumumkan calon gubernur dan wakil gubernur bersama dengan beberapa daerah.

"Seperti kota Surabaya dan seluruh calon dari Provinsi Bali akan diumumkan sebagai puncak pengumuman pasangan calon tersebut," pungkas Hasto.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: