Sukses

Polri Tetapkan 4 Daerah Rawan Pileg, Ada Solo dan Yogyakarta

Liputan6.com, Jakarta - Polri telah memetakan daerah rawan saat pelaksanaan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019. Setidaknya ada empat daerah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi saat pemilihan wakil rakyat nanti, yakni Solo, Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, keempat daerah tersebut dinilai rawan karena sebelumnya pernah terjadi beberapa peristiwa. Dari hasil analisa intelijen, ada potensi konflik terjadi saat Pileg berlangsung.

"Maka kita anggap, kita prediksi di sana masih bisa berkembang kelompok-kelompok tertentu untuk melaksanakan aksi-aksi yang bisa menganggu situasi Kamtibmas. Maka kita dorong kekuatan ke sana untuk lebih fokus," ujar Ari Dono usai Rapim Polri di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, pertarungan pilegmemiliki tingkat kerawanan lebih tinggi ketimbang pemilihan Presiden. Sebab, pertarungan bukan hanya antarpartai, namun juga sesama partai.

"Kemudian tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi gesekan adalah para pendukung tiap caleg maupun parpol, ini perlu diantisipasi masif," ucap Dedi.

Keempat daerah tersebut yang dianggap rawan lantaran dari hasil analisa intelijen sudah ada kecenderungan terjadi konflik antarpendukung caleg. Keempat daerah tersebut, nantinya akan mendapat penambahan kekuatan pengamanan dari Mabes Polri.

"Di situ cukup rawan. Berbagai kejadian Sumut, Solo, Jogja dan Sulsel itu yang jadi fokus pengamanan Pileg," tuturnya.

 

2 dari 2 halaman

Jawa Dapat Perhatian Khusus

Sementara untuk pemetaan kerawanan Pilpres, Dedi menyebut, daerah Jawa masih menjadi perhatian khusus lantaran memiliki jumlah penduduk yang banyak. Selain itu, wilayah Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung juga menjadi perhatian.

"Untuk Papua, justru pileg yang dianggap rawan. Di Indonesia Timur sebagian besar Pileg. Apalagi Sulsel, konstituennya militan," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Mahasiswa Ajak Masyarakat Boikot Pemilu

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Bawaslu Ajak Mahasiswa KKN Bantu Pengawasan Pemilu 2019 di Maluku
Artikel Selanjutnya
Caleg-Caleg Eks Napi Koruptor