Sukses

Setelah 20 Hari Ditutup, Perbatasan Rafah Kembali Dibuka

Untuk pertama kalinya sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir dibuka kembali. Pembukaan untuk perjalanan terbatas warga Palestina dengan pembatasan ketat dilakukan pada Kamis 19 Maret 2026. Sebelumnya, perbatasan Rafah sempat ditutup selama 20 hari. Pembukaan ini ditujukan terutama bagi pasien medis yang membutuhkan perawatan di luar negeri, pemegang paspor asing, dan pelajar. Meski telah kembali dibuka, proses penyeberangan tetap sangat ketat. Israel dilaporkan melakukan pemeriksaan keamanan penuh terhadap setiap individu yang melintas. Pembukaan kembali pelintasan kini menjadi harapan baru bagi ribuan warga Gaza, mengingat ada lebih dari 1.000 pasien dilaporkan meninggal dunia selama periode penutupan karena tidak bisa mendapatkan akses medis di luar Gaza. Sebagai informasi, perlintasan perbatasan Rafah merupakan satu-satunya titik perlintasan antara Mesir dan Jalur Gaza. Perbatasan ini memegang peran krusial sebagai jalur utama bagi bantuan kemanusiaan dan pergerakan warga sipil.
Editor:
Helmi Fithriansyah
Photographer:
Liputan6.com

Foto Terkini