Liputan6.com, Jakarta - Salah satu komitmen nyata lanjutan dari PT Niterra Mobility Indonesia dalam memerangi busi palsu yang beredar di Tanah Air, adalah dengan mengedukasi kepada para konsumennya terkait produk asli busi NGK.
PT Niterra Mobility indonesia berkomitmen dalam menjaga keaslian produknya dengan memusnahkan busi palsu yang beredar di Tanah Air.
Pasalnya, dalam temuan oleh tim dari perusahaan, terkumpul 11 ribu busi palsu yang beredar yang kemudian dihancurkan.
Advertisement
Busi palsu memang dianggap sebagai masalah serius karena berkaitan langsung dengan performa kendaraan.
Busi palsu dapat menyebabkan mesin rusak, hingga membahayakan keselamatan pengendara.
Tak hanya itu, busi palsu yang bermerek NGK juga dianggap sebagai penyebab kerugian besar bagi perusahaan.
Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia, Diko Oktaviano, menjelaskan perbedaan busi asli dan palsu bermerek NGK, yang sekilas terlihat mirip, baik dari kemasan hingga businya.
Mulai dari kemasannya, Diko jelaskan bahwa tulisan perusahaan pada kemasan busi NGK sudah berganti nama sejak 2023 menjadi PT Niterra Mobility Indonesia dan menaruh nama tersebut di kemasannya.
Hal tersebutlah yang menjadi perbedaan paling mudah, di mana kemasan busi palsu tidak ada tulisan PT Niterra dan masih menggunakan nama perusahaan lama.
Lebih lanjut, hal tersebut dilakukan guna memastikan keaslian produk yang lebih baru dan fresh.
“Kami membangun automotive packaging produk untuk meyakinkan bahwa barang yang kita (PT Niterra) jual ini selalu fresh,” kata Diko dalam media gathering di PT Niterra Mobility Indonesia belum lama ini.
Kemudian, pada kemasan busi palsu, hanya ada gambar busi yang ditampilkan pada setiap sisi kemasannya.
Pasalnya, busi yang asli memiliki sedikit gambar busi, melainkan berisi tulisan informasi terkait produk NGK.
Lebih lanjut, PT Niterra meletakkan logo Bengkel Points di kemasan asli busi NGK, sedangkan pada busi palsu yang beredar pada kemasannya tidak terdapat logo Bengkel Points.
“Bengkel Points ini fungsinya buat mengidentifikasi kalau PT Niterra itu punya QR code di dalam kemasannya,” jelas Diko.
QR code tersebut dapat ditemukan di dalam kemasan busi NGK, pelanggan bisa merobeknya terlebih dahulu agar kode bisa terlihat dengan jelas.
Kode tersebut memang digunakan untuk mengidentifikasi lebih lanjut terkait busi palsu yang beredar.
Bagian Badan Busi yang Juga Berbeda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447861/original/029508200_1765966112-VideoCapture_20251217-164904.jpg)
Dari kemasan, Diko juga menjelaskan perbedaan busi palsu dan asli yang terdapat di beberapa bagian busi NGK.
Hal termudah yang dapat ditelusuri pada busi asli NGK adalah dengan menemukan kode produksi yang terdapat di area businya.
“Paling gampang yang bisa kita lihat pertama itu dari kode produksi pada busi asli, kemudian tulisan di marking businya itu jelas, dan tidak buram,” ujar Diko.
Selain itu, perbedaan juga terlihat pada ring gasket busi. Ring gasket pada busi asli NGK itu sebagai pengunci dan bawahnya tidak bisa dilepas, sedangkan pada busi NGK palsu ring gasketnya bisa dilepas.
Busi yang palsu juga lebih cerah jika dibandingkan dengan busi NGK yang asli. Diko mengimbau agar tidak terkecoh dengan busi yang lebih bersih dan cerah.
“Jadi jangan tertipu plating-annya lebih cerah, padahal yang palsu ini plating-annya lebih bisa keciri, karena bahan dari kita itu lebih ramah lingkungan,” kata Diko.
Langkah demi langkah dilakukan oleh PT Niterra guna memberantas busi palsu yang beredar. OPSEC sebagai pihak ketiga berkolaborasi dengan PT Niterra untuk menindak semua link yang ada di e-commerce.
“Kita juga ada law firm yang membantu kita menindak semua link yang ada di e-commerce, yang terkait dengan pemalsuan,” tutup Diko.
OPSEC sendiri sudah berkooperasi dengan e-commerce lainnya, untuk itu, segala hal yang dilakukan sudah terjamin.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447860/original/091248700_1765966111-20251216_113036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)