Sepele Tapi Bikin Bangkrut, Botol Air Tumpah Rusakkan Ioniq 5 hingga Rugi Rp 190 Juta

Botol air mineral seharga Rp 30 Ribuan terlempar dari cupholder ketika ia melakukan pengereman secara mendadak di jalan bebas hambatan. Tidak ada benturan keras, tidak ada kecelakaan, hanya sebuah air yang mengalir ke area lantai dan mengenai rangkaian kabel di bawah jok Hyundai Ioniq 5

Diterbitkan 03 Desember 2025, 08:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar pemilik mobil mungkin menanggapi tumpahan air hanyalah sebuah insiden kecil saja. Paling jauh hanya karpet yang menjadi lembap atau kabin mengeluarkan bau yang tak sedap jika dibiarkan terlalu lama.

Namun bagi seorang pengemudi di Florida, Amerika Serikat, kejadian yang sehaderhana itu justru berubah menjadi sebuah mimpi yang buruk dengan berakhir tagihan perbaikan hampir US$12.000, sekitar Rp190 Jutaan.

Kisah ini bermula ketika sebuah botol air mineral seharga Rp 30 Ribuan terlempar dari cupholder ketika ia melakukan pengereman secara mendadak di jalan bebas hambatan. Tidak ada benturan keras, tidak ada kecelakaan, hanya sebuah air yang mengalir ke area lantai dan mengenai rangkaian kabel di bawah jok Hyundai Ioniq 5 miliknya.

Dilansir carscoops, meski kejadian ini tampak sepele, tumpahan itu justru memicu serangkaian masalah kelistrikan yang membuat mobil listrik tersebut menampilkan banyak peringatan di dasbor. Bahkan lampu sein sempat tidak berfungsi, dan ketika pemiliknya tiba di rumah, ia tidak bisa mematikan mobilnya.

Ketika dibawa ke bengkel resmi Hyundai, diagnosanya mengejutkan: rangakian kabel di bawah lantai dan komponen terkait harus diganti total. Tidak hanya mahal, tapi juga tidak ditanggung oleh garansi karena dianggap sebagai kerusakan akibat faktor eksternal, bukan cacat pabrik.

Upaya pemilik untuk mengklaim asuransi pun kandas, karena pihak perusahaan menyebut bahwa kerusakan itu terjadi secara bertahap, bukan karena satu insiden.

Kisah ini mampu memicu diskusi luas mengenai kerentanan komponen kelistrikan di beberapa kendaraan listrik modern, termasuk biaya perawatan yang bisa melonjak secara drastis.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa teknologi canggih pada EV tidak hanya menghadirkan keunggulan, tetapi juga menjadi sebuah tantangan besar bila terjadi masalah teknis, bahkan yang berawal dari hal kecil sekalipun.

Tumpahan Kecil, Kerusakan Besar

Berdasarkan laporan lokal yang mengangkat kasus ini, insiden tersebut bermula saat pemilik Hyundai Ioniq 5, Mike McCormick melakukan pengereman saat menghadapi kemacetan.

Botol air di cupholder belakang terlempar ke lantai dan menumpahkan isinya ke beberapa konektor kabel di area kaki penumpang. Tidak jelas apakah tutup botol benar-benar terlepas atau hanya longgar, namun air yang mengenai area kelistrikan itu cukup untuk memicu gangguan.

Beberapa menit kemudian, mobil mulai mengalamai gejala aneh. Lampu-lampu peringatan menyala, indikator sein berhenti bekerja, dan usai perjalanan, mobil bahkan tidak bisa dimatikan. Kondisi ini memaksa MacCormick membawa kendaraannya ke bengkel resmi untuk pengecekan yang lebih lanjut.

Tagihan Nyaris Rp200 Juta dan Tidak Ditanggung Garansi

Setelah melakukan pemeriksaan, dealer Hyundai memberikan kabar yang jauh dari menyenangkan. Rangakian kabel dibawah lantai harus diganti total, dan biaya penggantian mencapai US$11.882,08. Hyundai menegaskan kerusakan disebabkan faktor eksternal yakni tumpahan air sehingga garansi pun tidak berlaku.

Tidak menyerah begitu saja, McCormick mengajukan klaim asuransi. Namun hasilnya tetap mengecewakan. Perusahaan asuransi State Farm menolak klaim tersebut, menyatakan bahwa kerusakan terjadi secara bertahap, bukan akibat satu kejadian Tunggal. Alhasil, pemilik mobil harus menanggung sendiri seluruh biaya perbaikan.

Mengapa Komponen EV Begitu Sensitif

Laporan investigasi media lokal menyebutkan bahwa Ioniq 5 bukan satu-satunya mobil listrik yang memiliki kerentanan pada area kabel di bawah jok. Kasus serupa pernah juga terjadi dengan pemilik lain dan dibebani dengan tagihan lima digit untuk penggantian harness.

Masalah lain muncul dari sisi perawatan EV modern, yang sering memerlukan alat diagnostik khusus. Misalnya pada Hyunda Ioniq 5 N, hanya untuk mengganti kampas rem saja dibutuhkan perangkat khusus yang harganya bisa mencapai ribuan dolar.

Peristiwa ini memicu perdebatan di kalangan pemilik EV dan komunitas otomotif. Banyak yang menilai bahwa komponen kelistrikan seharusnya memiliki perlindungan yang lebih kuat terhadap insiden sehari-hari seperti tumpahan cairan.

Disisi lain ada yang berpendapat bahwa pemilik memang harus lebih berhati-hati mengingat struktur EV memiliki area sensitif yang berbeda dari mobil konvensional.